JATIMTIMES - Pemerintah Kota Malang memastikan pembangunan permanen Jembatan Sonokembang di Kelurahan Pandanwangi segera dimulai. Proyek infrastruktur ini ditargetkan mulai dikerjakan pada Februari 2026 setelah proses lelang rampung. Fokus utama pembangunan kali ini adalah peningkatan kualitas konstruksi guna menjamin kekuatan dan ketahanan jangka panjang.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman (DPUPRPKP), Pemkot Malang menyiapkan anggaran sebesar Rp 5 miliar. Anggaran tersebut disesuaikan dengan perubahan desain struktur dan spesifikasi teknis, termasuk penggunaan material precast beton sebagai elemen utama konstruksi jembatan.
Baca Juga : BTN dan Rumah Rakyat: Antara Target Negara, Kritik Pengembang, dan Akses Masyarakat
Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Dandung Djulharjanto, menjelaskan bahwa jembatan baru dirancang berbeda secara signifikan dibandingkan bangunan sebelumnya. Selain dimensi yang diperbesar, elevasi jembatan juga ditingkatkan agar selaras dengan kondisi jalan dan aliran air di sekitarnya.
"Konstruksi jembatan baru ini berbeda dengan jembatan lama. Kami bangun lebih tinggi dan lebih lebar, serta menggunakan material yang lebih bagus, yakni precast beton. Karena kualitasnya lebih baik, anggarannya juga menyesuaikan," ujar Dandung.
Penggunaan precast beton dipilih karena memiliki mutu material yang lebih terkontrol serta kekuatan struktur yang lebih stabil. Sistem pracetak ini dinilai mampu meningkatkan daya tahan jembatan terhadap beban lalu lintas dan faktor lingkungan, sekaligus menekan risiko kerusakan struktural di masa mendatang.
Secara teknis, Jembatan Sonokembang dirancang memiliki panjang sekitar 17 meter dengan lebar diperluas dari sebelumnya 5,5 meter menjadi 9 meter. Pelebaran ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas lalu lintas, sekaligus memberikan ruang aman bagi kendaraan yang melintas.
Selain itu, penyesuaian ketinggian jembatan dilakukan untuk mengoptimalkan elevasi terhadap jalan pendekat dan aliran air, sehingga konstruksi lebih aman dari potensi tekanan hidrologis.
"Nantinya Jembatan Sonokembang akan memiliki panjang sekitar 17 meter, dengan lebar ditingkatkan dari 5,5 meter menjadi 9 meter. Selain itu, ketinggian jembatan juga akan disesuaikan dengan elevasi jalan di sekitarnya guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan," tambahnya.
Baca Juga : Pajak Tak Lagi Ribet, Pemkot Malang Percaya Diri Target Opsen PKB Rp192 Miliar
Sebagai informasi, Jembatan Sonokembang sebelumnya ambrol pada Oktober 2025. Selama lebih dari tiga bulan, fungsi jembatan digantikan oleh Jembatan Bailey sebagai solusi sementara.
Selama pembangunan berlangsung, Jembatan Bailey akan tetap difungsikan untuk menjaga kelancaran lalu lintas. Dengan skema tersebut, tidak akan ada penutupan total akses jalan hingga jembatan permanen selesai dibangun dan siap dioperasikan.
"Jembatan Bailey tetap digunakan sampai jembatan baru beroperasi, sehingga tidak ada penutupan total akses jalan," imbuh Dandung.
