Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Kayutangan hingga Kawasan Hotel Masuk Radar Operasional Becak Wisata Listrik di Malang

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

17 - Jan - 2026, 18:56

Placeholder
Kawasan Kayutangan Heritage. (Foto: Riski Wijaya/ MalangTIMES).

JATIMTIMES - Upaya memperkuat layanan wisata ramah lingkungan terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Salah satunya melalui penyiapan becak wisata berbasis listrik yang akan ditempatkan di sejumlah titik strategis, mulai dari kawasan Kayutangan Heritage hingga area hotel dan penginapan.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan bahwa Kota Malang menerima dukungan 200 unit becak listrik dari program nasional Presiden Prabowo Subianto. Bantuan tersebut akan dikolaborasikan dengan program Becak Wisata yang digagas Wali Kota Malang.

Baca Juga : Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Maros Ternyata Disewa Kementerian Ini

“Kota Malang mendapat alokasi 200 unit becak listrik. Bantuan ini nantinya kami integrasikan dengan program Becak Wisata yang sudah dirancang Pak Wali Kota, khusus untuk mendukung pelayanan wisata,” ujar Baihaqi.

Ia menjelaskan, selain menyiapkan sarana, Pemkot Malang juga fokus pada peningkatan kualitas layanan. Untuk itu, Disporapar telah menggelar beberapa diskusi bersama Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) guna merumuskan standar pelayanan bagi para pengayuh becak wisata.

“FGD dengan HPI sudah beberapa kali kami lakukan. Intinya membahas bagaimana pengayuh becak wisata ini nantinya mampu memberikan pelayanan yang baik dan berkesan bagi wisatawan,” jelasnya.

Soal lokasi operasional, Baihaqi menyebut penentuan titik masih dalam tahap perumusan. Namun, Kayutangan Heritage dipastikan menjadi salah satu titik utama. Selain itu, kawasan hotel dan penginapan juga dipertimbangkan sebagai bagian dari konsep layanan wisata terpadu.

“Tidak hanya satu titik. Kayutangan Heritage salah satunya. Ke depan, kami juga mengarah ke beberapa hotel dan penginapan agar bisa menjadi satu paket layanan wisata,” ungkapnya.

Di sisi lain, proses pendistribusian becak listrik juga tengah dipersiapkan. Disporapar menggandeng Dinas Sosial P3AP2KB untuk melakukan pendataan calon penerima bantuan secara selektif.

Baihaqi menegaskan, penerima becak listrik wajib merupakan warga ber-KTP Kota Malang dan sebelumnya berprofesi sebagai pengayuh becak manual. Persyaratan tersebut diterapkan untuk menjaga ketertiban serta mencegah potensi persoalan sosial dan lalu lintas.

Baca Juga : Mulai 2026, Wisatawan Bromo Wajib Pakai Gelang Asuransi saat Masuk Kawasan

“Syaratnya jelas, harus warga Kota Malang dan memang pengayuh becak manual. Jangan sampai bantuan ini justru menimbulkan masalah baru seperti kemacetan atau konflik di lapangan,” tegasnya.

Kebijakan tersebut, lanjut Baihaqi, sejalan dengan arahan Wali Kota Malang agar setiap bantuan dari pemerintah pusat benar-benar memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan tata kota.

Untuk kesiapan armada, Baihaqi memastikan seluruh becak listrik bantuan pemerintah pusat telah berada di Kota Malang. Sebanyak 100 unit saat ini ditempatkan di Stadion Gajayana, sementara 100 unit lainnya disimpan di kawasan Islamic Center, Kecamatan Kedungkandang.

“Tinggal menunggu koordinasi lanjutan dengan pemerintah pusat terkait teknis distribusinya. Mudah-mudahan akhir Januari 2026 sudah bisa disalurkan dan segera dimanfaatkan,” pungkasnya.


Topik

Pemerintahan Pemkot Malang Becak Listrik Kayutangan Heritage hotel Kota Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Sri Kurnia Mahiruni