JATIMTIMES - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang menegaskan agar upaya pengentasan kemiskinan tetap menjadi prioritas utama Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Dorongan ini muncul di tengah fakta masih adanya sekitar 34 ribu warga Kota Malang yang masuk kategori miskin ekstrem.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Suryadi, menyebut angka tersebut memang terlihat kecil jika dilihat dari persentase. Dari total penduduk Kota Malang yang berkisar 800 ribu jiwa, jumlah warga miskin ekstrem hanya sekitar 3,7 persen.
Baca Juga : Angka Kemiskinan Turun 0,45 Persen, 6.220 Warga Kota Batu Masih Menyandang Status Prasejahtera
Namun demikian, menurut Suryadi, angka tersebut tidak bisa dianggap remeh. Sebab di balik persentase kecil itu, terdapat puluhan ribu warga yang masih hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah.
Di sisi lain, Kota Malang juga dikenal sebagai kota magnet. Jumlah penduduk yang tinggal dan beraktivitas di Kota Malang, jika dihitung bersama pendatang seperti mahasiswa dan pekerja, bahkan bisa menembus lebih dari 1 juta jiwa.
Kondisi tersebut dinilai turut mendorong roda perekonomian Kota Malang terus bergerak positif. Pertumbuhan ekonomi yang stabil, geliat sektor jasa, serta meningkatnya aktivitas perdagangan menjadi indikator kuat bahwa Kota Malang berada di jalur yang tepat.
Suryadi menegaskan, pertumbuhan ekonomi tersebut seharusnya bisa memberikan dampak yang lebih nyata dalam menekan angka kemiskinan. Menurutnya, program pengentasan kemiskinan tidak cukup hanya bersifat bantuan, tetapi harus mampu mengangkat taraf hidup masyarakat secara berkelanjutan.
“Masyarakat miskin itu wajib dibina dan diopeni oleh pemerintah. Tapi akan menjadi prestasi besar kalau pemerintah mampu melepas jerat kemiskinan dari kehidupan mereka,” tegas Suryadi.
Baca Juga : Trotoar di Kota Batu Dipercantik Lampu Hias, Pemkot Kebut Pengerjaan di Awal Tahun
Ia pun mengakui bahwa berbagai upaya Pemkot Malang selama ini telah menunjukkan hasil positif. Dalam lima tahun terakhir, angka kemiskinan di Kota Malang tercatat terus mengalami penurunan hingga berada di kisaran 3,7 persen saat ini.
Meski demikian, Suryadi menilai tidak ada alasan untuk mengendurkan langkah. Justru dengan tren ekonomi yang masih tumbuh, program-program pengentasan kemiskinan perlu diperkuat dan diperluas agar dampaknya semakin terasa.
“UMKM terus tumbuh, ekonomi bergerak, dan Kota Malang masih menjadi magnet bagi wisatawan, mahasiswa, serta perantau. Kalau upaya ini terus dilanjutkan, dampaknya akan sangat baik bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
