JATIMTIMES - Memasuki awal tahun 2026, warga dan wisatawan Kota Batu masih harus waspada cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu memprediksi ancaman potensi bencana akibat cuaca ekstrem tersebut hingga 10 Januari mendatang.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kota Batu Gatot Nugraha menjelaskan, cuaca ekstrem berpotensi mengakibatkan terjadinya bencana hidrometeorologi. Seperti hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, banjir ringan hingga bandang, tanah longsor, angin kencang, puting beliung, serta hujan es.
Baca Juga : Perhutani Banyuwangi Bersama Stakeholder Gelar Bakti Sosial Sedekah Oksigen
Fenomena gangguan gelombang atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang rossby, dan gangguan atmosfer low frequency yang melintasi wilayah Jawa Timur jadi pemicunya. Perubahan kondisi iklim Kota Batu beberapa waktu terakhir ikut terdampak.
"Potensi bencana paling rawan terjadi di wilayah Kecamatan Bumiaji. Sebab, di kawasan tersebut terdapat aktivitas di lereng, tebing, dan bantaran sungai," jelas Gatot. Ia menyebut, khususnya banjir, tanah longsor dan angin kencang menjadi ancaman utama yang harus diwaspadai.
Seperti yang terjadi beberapa waktu terakhir, hujan deras di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu memicu longsor pada 31 Desember pukul 23.30 dini hari. Di malam tahun baru itu, sebuah dinding pelengseng ambrol pasca diguyur hujan. Akibatnya, sebagian bangunan rumah dan kandang milik warga yang terdampak mengalami kerusakan.
Sementara itu, kondisi relatif sedang di wilayah Kecamatan Batu dan Kecamatan Junrejo. Kedua wilayah tersebut berpotensi terjadinya cuaca ekstrem yang memicu sejumlah bencana. Seperti pohon tumbang hingga puting beliung. Pada kondisi kedua wilayah itu hanya timbul genangan saja jika hujan lebat.
Baca Juga : Gercep! Mahasiswa UINSA Jadi Pendaftar Pertama Lomba Baca Berita Jatim Times 2026
Upaya mengantisipasi cuaca ekstrem dilakukan salah satunya meminta masyarakat melakukan beberapa langkah sederhana. Seperti memeriksa kondisi atap dan saluran air di masing-masing rumah, mengamankan barang-barang berharga, hingga menghindari aktivitas di lokasi rawan bencana. Seperti baliho atau pohon besar.
"Hindari juga aktivitas di lokasi jalan yang tergenang banjir. Selain untuk keselamatan diri, juga menjaga keamanan kendaraan dari potensi kerusakan," imbaunya.
