Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Lingkungan

Volume Sampah Kota Batu Naik 12,5 Ton Per Hari Sepanjang Periode Liburan

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Nurlayla Ratri

03 - Jan - 2026, 16:25

Placeholder
Tumpukan plastik dan wadah makanan di tempat sampah trotoar Alun-alun Kota Batu. (Foto: Prasetyo Lanang/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Musim libur Natal dan tahun baru (Nataru) tak hanya soal berkah bagi pelaku wisata di Kota Batu. Lonjakan wisatawan juga menguji kesiapan pengolahan sampah di Kota Batu yang jadi permasalahan tersendiri. Sebab, angka kenaikan volume sampah dibandingkan akhir pekan bisa naik 10-15 ton per harinya.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu Dian Fachroni Kurniawan. Dengan upaya yang sudah dilakukan, dia membeberkan bahwa jumlah timbulan lebih rendah dari yang diprediksi sebelumnya.

Baca Juga : Wisatawan Keluhkan Tarif Parkir Tak Wajar Bukit Bintang saat Malam Tahun Baru, Begini Penjelasan Pengelola

Sebelumnya, mengestimasi lonjakan hingga 20 ton per hari. Atau dari semula 120 ton per hari di akhir pekan menjadi 140 ton. Sementara yang terjadi, volume sampah harian selama libur Nataru terhitung sekitar 130-135 ton per hari. Artinya kenaikannya rata-rata 12,5 ton per hari.

"Lonjakan hanya terjadi di ruas protokol dan objek vital yang dekat dengan destinasi wisata. Kalkulasi kenaikannya hanya berkisar 10 persen saja dari timbulan sampah harian," ungkap Dian saat dikonfirmasi, belum lama ini.

Timbulan sampah yang di bawah prediksi itu tak lepas dari imbauan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu kepada para pelaku usaha pariwisata. Khususnya dari segi pengelolaan sampah di tengah lonjakan pengunjung.

Melalui Surat Edaran (SE) Wali Kota Batu Nomor 658.1/3702/35.79.410/2025 tentang Doa Bersama bagi Korban Bencana serta Penanganan Sampah Natal dan Tahun Baru Pemkot mengimbau untuk menekan produksi sampah. Di dalamnya mengimbau agar menerapkan konsep minim sampah.

"Sebagai contoh, tidak menggunakan dekorasi dan atribut yang menggunakan plastik sekali pakai dan menggunakan material yang dapat digunakan kembali," katanya.

Di samping itu, pelaku wisata juga wajib melakukan pemilahan sampah secara mandiri. Utamanya, sampah sisa makanan, sampah kemasan plastik dan sampah yang tidak dapat dimanfaatkan (residu). Dengan begitu, proses pengolahan sampah bisa lebih cepat dan efisien hingga mampu dituntaskan.

Baca Juga : Tidak Gratis Semua! 21 Penyakit dan Layanan yang Tidak Ditanggung BPJS Kesehatan Terbaru 2026

Mantan Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Batu itu menyebut, imbauan tidak hanya ditujukan pada pelaku wisata saja. Namun, juga sekaligus memberikan edukasi kepada wisatawan yang berlibur ke Kota Batu. Di antaranya membawa peralatan makan sendiri yang dapat dipakai lagi, seperti tumbler, set alat makan, sedotan dan sebagainya.

Kendati demikian, Dian mengaku tidak ada kesulitan khusus dalam mengatasi sampah Nataru. Seluruh timbulan sampah bisa tuntas dalam one day process. Pemaksimalan alat pengolahan sampah juga turut dilakukan. Seperti pengoperasian insinerator dan big composter di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung.

Sementara itu, Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse and Recycle (TPS3R) juga memaksimalkan alat yang ada. Sehingga, dirinya memastikan seluruh sampah dapat terolah 100 persen setiap harinya.

"Kemungkinan mulai pekan depan sudah landai karena sudah memasuki arus balik dan hari efektif kerja," tandas Dian.


Topik

Lingkungan kota batu wisata sampah dinas lingkungan hidup



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Nurlayla Ratri