Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Politik

Jadikan Golkar Situbondo Religius dan Membumi, Bang Yani: Setiap Pimpinan Kecamatan Harus Punya Majelis Sholawat

Penulis : Wisnu Bangun Saputro - Editor : Dede Nana

04 - Jan - 2026, 07:39

Placeholder
Musyawarah Kecamatan (Muscam) Partai Golkar Situbondo Dapil Situbondo 2 dan 3 di Kecamatan Kapongan, Sabtu (03/01/2026). (Foto: Wisnu Bangun Saputro/ JATIMTIMES)

JATIMTIMES – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Situbondo terus memantapkan konsolidasi internal dengan menggelar Musyawarah Kecamatan (Muscam) lanjutan. Kegiatan yang digelar di Kecamatan Kapongan, Sabtu (3/1/2026) ini merupakan musyawarah kedua, setelah sebelumnya dilaksanakan di Dapil Situbondo 6 yang meliputi Kecamatan Suboh, Mlandingan, Sumbermalang, dan Bungatan.

Muscam tersebut menjadi bagian dari strategi besar Partai Golkar Situbondo dalam memperkuat struktur dan soliditas kader Pimpinan Kecamatan di Dapil Situbondo 2 dan Dapil Situbondo 3, sekaligus mengarahkan langkah politik menuju target 10 kursi DPRD Situbondo pada pemilu mendatang.

Baca Juga : Tancap Gas di Awal Periode, DPC PDIP Kota Malang Bidik Tambahan Kursi dan Perkuat Politik Kerakyata

Untuk diketahui, Dapil Situbondo 2 meliputi Kecamatan Mangaran dan Kapongan, sedangkan Dapil Situbondo 3 mencakup Kecamatan Arjasa dan Jangkar. Kedua dapil ini dinilai memiliki peran strategis dalam peta kekuatan Partai Golkar di Kabupaten Situbondo.

Ketua DPD Partai Golkar Situbondo, Yani Wijaya Baihaqi, hadir langsung memimpin jalannya Muscam. Ia menegaskan bahwa konsolidasi yang dilakukan secara bertahap per dapil bertujuan membangun kekuatan partai dari tingkat paling bawah.

"Muscam ini adalah kelanjutan dari konsolidasi sebelumnya di Dapil 6. Sekarang kita fokuskan penguatan struktur di Dapil 2 dan 3 agar seluruh dapil bergerak satu barisan dan satu komando," ujar Bang Yani sapaan akrab Yani Wijaya Baihaqi.

Menurut Bang Yani, kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh kepengurusan di tingkat kabupaten, melainkan sangat bergantung pada soliditas pengurus dan kader di tingkat kecamatan dan desa. Karena itu, Muscam menjadi forum penting untuk menyatukan visi dan langkah perjuangan partai.

"Kita ingin struktur di kecamatan dan desa benar-benar kuat. Kalau akar rumput solid, kerja-kerja politik akan berjalan lebih efektif dan kepercayaan masyarakat akan tumbuh," tegasnya.

Selain konsolidasi struktural dan politik, Bang Yani juga menekankan pentingnya pendekatan spiritual dalam membangun kekuatan Partai Golkar. Dalam forum tersebut, ia menginstruksikan seluruh Pimpinan Kecamatan (PK) Partai Golkar se-Kabupaten Situbondo untuk wajib memiliki dan mengaktifkan Majelis Sholawat di masing-masing kecamatan.

"Ini saya instruksikan secara organisasi. Setiap pimpinan kecamatan Golkar di Situbondo wajib punya Majelis Sholawat. Konsolidasi partai tidak hanya soal politik, tetapi juga harus dibarengi pendekatan spiritual dan kebersamaan dengan masyarakat," tegas Bang Yani.

Menurutnya, Majelis Sholawat menjadi sarana penting untuk mempererat silaturahmi antara kader Golkar dan masyarakat, sekaligus menghadirkan wajah partai yang lebih sejuk, religius, dan membumi.

"Melalui Majelis Sholawat, kita ingin Golkar hadir di tengah masyarakat bukan hanya saat momentum politik, tetapi juga dalam kegiatan keagamaan dan sosial," imbuhnya.

Muscam juga dimanfaatkan sebagai ruang evaluasi kinerja pimpinan kecamatan serta penyusunan program kerja ke depan. Berbagai masukan dari pimpinan kecamatan di Mangaran, Kapongan, Arjasa, dan Jangkar diserap untuk memperkuat basis partai di tingkat akar rumput.

Baca Juga : Yai Mim Tantang Ketua MUI Kota Malang Gus Is soal Tuduhan Penistaan Al-Qur’an

Bang Yani menambahkan, konsolidasi yang dilakukan secara berjenjang ini merupakan bagian dari strategi besar Partai Golkar Situbondo untuk mencapai target 10 kursi DPRD Situbondo.

"Kita bergerak bertahap, dapil demi dapil. Dengan struktur yang kuat, kerja kolektif, dan pendekatan lahir batin, target 10 kursi DPRD insyaallah bisa kita capai," katanya optimistis.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Situbondo Fraksi Golkar sekaligus Sekretaris DPD Golkar Situbondo, Heru Sugiarto, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Muscam lanjutan tersebut. Ia menilai konsolidasi yang dipadukan dengan pendekatan religius menjadi kekuatan tersendiri bagi Partai Golkar.

"Muscam ini membuat arah gerak kader semakin jelas. Dengan konsolidasi yang solid dan Majelis Sholawat di setiap kecamatan, Golkar akan semakin dekat dengan masyarakat," ujar Heru.

Heru menegaskan bahwa seluruh kader Golkar di Kecamatan Mangaran, Kapongan, Arjasa, dan Jangkar siap menjalankan arahan partai serta menjaga kekompakan organisasi.

"Kami siap turun ke masyarakat, memperkuat basis, dan mengawal target partai. Konsolidasi yang dilakukan secara berkelanjutan ini menjadi modal penting untuk meningkatkan perolehan kursi Golkar di DPRD Situbondo," pungkasnya.

Melalui Muscam kedua ini, DPD Partai Golkar Situbondo menegaskan komitmennya membangun kekuatan partai secara menyeluruh, memadukan konsolidasi politik dan pendekatan spiritual sebagai fondasi menuju peningkatan elektabilitas dan terwujudnya target 10 kursi DPRD Situbondo.


Topik

Politik golkar situbondo muscam majelis sholawat



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Wisnu Bangun Saputro

Editor

Dede Nana