MALANGTIMES - Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang di akhir tahun 2018 tidak ingin berongkang kaki atau sekadar melipat tangan di dada. Tapi, DPKPCK terus melakukan inovasi untuk memberikan ruang terbuka hijau berupa taman kota di wilayah Kepanjen.
Baca Juga : Turut Terdampak Covid-19, Pembangunan Rest Area Terminal Madyopuro Ditunda
Seperti diketahui, DPKPCK Kabupaten Malang sejak bertahun lalu melakukan berbagai perombakan lahan-lahan tidur dan tidak produktif di wilayahnya. Lahan-lahan yang akhirnya menjadi tempat penjual kaki lima sampai menjadi tempat pembuangan sampah warga.
Lewat tangan-tangan dari DPKPCK Kabupaten Malang, lahan-lahan tersebut disulap menjadi ruang terbuka hijau (RTH) berupa taman-taman kota di wilayah perkotaan Kepanjen. Taman Puspa, Kehati, Taman Talangagung, Taman Contong serta beberapa taman lain di kota Kepanjen mulai dilirik masyarakat sebagai ruang relaksasi sekaligus tempat menghabiskan waktu liburan bersama keluarga.
Antusias masyarakat inilah yang kemudian direspon oleh DPKPCK Kabupaten Malang dengan terus melakukan perawatan serta penambahan fasilitas maupun melakukan beberapa perubahan konsep di taman Jota Kepanjen.
"Konsep taman kota ramah anak dan ramah disabilitas yang kini kami usung di beberapa taman. Hal ini sebagai bagian dari bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Malang sekaligus menguatkan status kota ramah anak dan ramah disabilitas," kata Wahyu Hidayat, kepala DPKPCK Kabupaten Malang, Rabu (19/12/2018) kepada MalangTIMES.
Wahyu melanjutkan, pihaknya menggelontorkan anggaran sekitar Rp 200 juta untuk menerapkan konsep taman ramah anak dan disabilitas. Walaupun, belum secara optimal terlihat konsep tersebut terealisasi di lapangan.
"Kami masih terus bergerak untuk memberikan berbagai penambahan fasilitas ramah anak dan disabilitas. Jadi, memang belum selesai," ujarnya.
Baca Juga : Pandemi Covid-19, Revitalisasi Pasar Bunulrejo Dibatalkan
Dari pengamatan MalangTIMES, misalnya di Taman Contong, Kepanjen, penambahan fasilitas taman yang dulunya terbilang dibiarkan setelah dibangun terus berjalan, Selasa (17/12/2018) kemarin. Penambahan gapura, alat permainan edukasi anak, pengecatan beberapa fasilitas dengan warna-warni cerah terus dilakukan oleh para petugas DPKPCK Kabupaten Malang. Pun di beberapa taman kota lainnya di ibu kota Kabupaten Malang itu.
Taman Talangagung, walau tidak seluas Taman Puspa, karena memanfaatkan sempadan-sempadan Sungai Molek, telah menjadi ruang anak-anak untuk bermain dengan berbagai fasilitas yang ada di taman tersebut.
Wahyu pun menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan berbagai perubahan-perubahan dalam menampung kebutuhan masyarakat melalui ruang terbuka hijau berupa taman kota. Khususnya membangun ruang-ruang terbuka dengan fasilitas permainan edukasi bagi anak-anak.
"Dan mulai membangun, juga fasilitas terbuka yang bisa diakses secara nyaman dan aman bagi para disabilitas. Kami terus akan melakukannya secara berkelanjutan," pungkas Wahyu. (*)
