Saturday, 19 September 2026 | Malang MALANG
TRENDING HukumPendidikanOlahragaPemerintahanGaya HidupKuliner
Malang Times

Lawan Stigma dan Putus Penularan, Dinkes Batu Sisir 42 Titik Sasar 589 Terduga TBC

BAGIKAN:

JATIMTIMES – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu mengambil langkah agresif untuk menekan angka penyebaran tuberkulosis (TBC) di wilayahnya. Melalui program Active Case Finding (ACF), tim medis terjun langsung menyisir 42 titik lokasi strategis demi menjangkau 589 warga yang masuk dalam kategori terduga (suspect) TBC.

Langkah masif ini tidak hanya berfokus pada upaya penyembuhan secara medis, tetapi juga membawa misi sosial untuk memutus rantai penularan sekaligus mengikis stigma negatif yang membuat penderita sering menutup diri.

Baca Juga : Hujan Deras Mengintai Sejumlah Wilayah Indonesia 18-24 September, Ini Daftarnya

Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penanggulangan Bencana (P2PB) Dinkes Kota Batu dr Icang Sarrazin mengungkapkan bahwa rasa malu dan takut dikucilkan lingkungan masih menjadi penghambat utama pasien untuk memeriksakan diri. Padahal, TBC dapat disembuhkan secara total jika terdeteksi sejak dini.

"Ini untuk menemukan teman-teman yang menderita TB, yang mungkin selama ini belum ditemukan karena berbagai macam stigma, malu, dan sebagainya. Padahal penyakit ini bisa sembuh 100 persen asal ditemukan dan segera ditegakkan diagnosisnya," ujar Kabid P2PB Dinkes Kota Batu Icang Sarrazin belum lama ini.

Penyisiran ACF tersebut difokuskan pada kelompok rentan, seperti warga kontak erat yang tinggal serumah dengan pasien TBC, penderita diabetes, hingga masyarakat umum yang mengalami gejala batuk berkepanjangan.

Dari tiap lokasi, petugas berhasil mengumpulkan 10 hingga 30 warga terduga TBC untuk menjalani prosedur penegakan diagnosis lanjutan berupa tes pemeriksaan dahak dan rontgen foto toraks bersama dokter spesialis paru.

"Dugaan TBC belum tentu TBC, ini sedang kami seleksi. Kami bersama dokter spesialis paru membaca hasil pemeriksaan sekaligus memberikan pengobatan bagi yang memang terdiagnosis," tegas Icang.

Baca Juga : Wali Kota Blitar Perkuat Pembinaan Olahraga, 550 Peserta Sirkuit 3 IBCA MMA Jatim Berlaga di Bumi Bung Karno

Icang mengimbau masyarakat agar tidak menganggap sepele batuk yang berlangsung lebih dari dua minggu, terutama jika disertai gejala keringat dingin pada malam hari tanpa aktivitas fisik. Pihaknya juga mengingatkan warga untuk tidak melakukan pengobatan mandiri (self-medication) dan segera memeriksakan diri ke puskesmas.

Ia menegaskan bahwa penderita TBC yang sedang menjalani pengobatan tidak perlu dikucilkan dari lingkungan sosial karena tetap dapat beraktivitas normal selama disiplin memakai masker dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

"Kalau batuk tidak sembuh-sembuh, saya menyarankan datang ke puskesmas agar segera terdeteksi. TBC jangan sampai menjadi stigma, TBC itu bisa disembuhkan," pungkasnya.

Bagikan artikel ini ke media sosial:

Ikuti Perkembangan Berita di Google News

Dapatkan update berita terkini, terverifikasi, dan ulasan mendalam setiap hari dari Malang Times langsung di Google News. Buka Google News →

REDAKSI PELIPUT

Prasetyo Lanang

PENANGGUNG JAWAB / EDITOR

Yunan Helmy

Terverifikasi Dewan Pers