Saturday, 19 September 2026 | Malang MALANG
TRENDING HukumPendidikanOlahragaPemerintahanGaya HidupKuliner
Malang Times

Darah Tinggi? Ini 5 Titik Pijat yang Bisa Bantu Tubuh Lebih Rileks

BAGIKAN:

JATIMTIMES - Memiliki tekanan darah tinggi membuat seseorang perlu lebih memperhatikan kondisi tubuh sehari-hari. Selain mengikuti pengobatan dari dokter, sebagian orang juga mencoba teknik relaksasi sederhana, termasuk pijat atau akupresur.

Beberapa titik pada tubuh dikenal dalam praktik akupresur dan dapat diberi tekanan secara perlahan. Teknik tersebut lebih tepat dipandang sebagai cara membantu tubuh rileks, bukan sebagai pengganti obat hipertensi.

Baca Juga : 5 Jurusan Kuliah Tersulit di Dunia, Dilihat dari IPK dan Waktu Belajar

Pasalnya, tekanan darah yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk penyakit jantung, stroke, dan gangguan ginjal. Karena itu, orang dengan hipertensi tetap perlu melakukan pemantauan tekanan darah dan mengikuti anjuran tenaga kesehatan.

Dilansir dari Alodokter, ada beberapa titik tubuh yang dapat distimulasi dengan pijatan lembut untuk membantu mengurangi ketegangan.

1. Sela antara ibu jari dan telunjuk

Coba buka telapak tangan dan perhatikan bagian yang berdaging di antara ibu jari dan telunjuk. Dalam akupresur, area ini dikenal sebagai LI4 atau Hegu.

Untuk memberikan stimulasi, gunakan ibu jari dari tangan satunya. Tekan perlahan bagian tersebut, kemudian lakukan pijatan berbentuk lingkaran.

Tidak perlu menggunakan tenaga besar. Pijatan dapat dilakukan selama sekitar 1–2 menit sebelum berganti ke tangan lainnya.

Tujuan utamanya adalah memberikan sensasi rileks dan membantu mengurangi ketegangan tubuh.

2. Cekungan di belakang kepala

Titik berikutnya berada di sekitar tengkuk. GB20 atau Fengchi terletak pada cekungan di bagian bawah tengkorak, di sisi kanan dan kiri area leher.

Titik ini bisa dicoba ketika tubuh terasa tegang, terutama setelah terlalu lama berada dalam posisi yang membuat leher kaku.

Caranya, duduk dengan posisi nyaman kemudian tempatkan kedua ibu jari pada area tersebut. Berikan tekanan ringan sambil melakukan gerakan memutar selama sekitar 1–2 menit.

Hindari memberikan tekanan berlebihan pada leher. Apabila muncul rasa sakit atau pusing, segera hentikan.

3. Area di bawah tulang selangka

Bagian tubuh lain yang dapat menjadi area pijatan adalah wilayah di bawah tulang selangka.

Gunakan dua atau tiga ujung jari untuk memberikan tekanan ringan. Gerakkan jari secara perlahan dengan pola melingkar selama kurang lebih satu menit, kemudian lakukan pada sisi lainnya.

Karena lokasinya berdekatan dengan dada, jangan memberikan tekanan kuat. Pijatan juga sebaiknya tidak dilakukan pada bagian yang sedang mengalami cedera, luka, pembengkakan, atau terasa sakit.

4. Bagian dalam lengan dekat pergelangan

Pernah melihat bagian dalam pergelangan tangan dan lengan bawah? Di area tersebut terdapat titik yang dalam akupresur disebut PC6 atau Nei Guan.

Untuk menemukannya, letakkan tiga jari dari lipatan pergelangan tangan menuju arah lengan bawah. Area di antara dua tendon tersebut merupakan lokasi yang dimaksud.

Tekan menggunakan ibu jari tangan lainnya. Lakukan pijatan ringan dengan gerakan memutar selama sekitar 1–2 menit.

Setelah selesai, ulangi pada lengan sebelahnya.

5. Sela ibu jari dan jari kedua kaki

Titik terakhir berada di bagian atas kaki. Tepatnya, pada area di antara ibu jari dan jari kaki kedua.

Dalam akupresur, titik ini dikenal sebagai LV3 atau Tai Chong.

Baca Juga : Khutbah Jumat 18 September 2026: Kemarau Makin Panjang, Saatnya Menjaga Air dan Memperbaiki Diri

Duduklah dengan posisi yang nyaman, kemudian gunakan ibu jari untuk memberikan tekanan perlahan pada area tersebut. Pijat dengan gerakan melingkar selama sekitar 1–2 menit.

Jangan memaksakan tekanan apabila terasa sakit. Setelah satu kaki selesai, lakukan hal yang sama pada kaki lainnya.

Jangan Asal Menekan Titik Pijat

Meski terlihat mudah, pijat bukan berarti semakin kuat semakin baik. Tekanan yang berlebihan justru dapat menyebabkan rasa sakit atau membuat tubuh tidak nyaman.

Ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan:

• Gunakan tekanan ringan hingga sedang sesuai kenyamanan.

• Jangan memijat kulit yang terluka, mengalami infeksi, bengkak, atau cedera.

• Hentikan pijatan jika muncul pusing, mual, nyeri, atau keluhan lain.

• Jangan menghentikan obat tekanan darah yang diresepkan dokter.

• Jangan menjadikan pijat sebagai satu-satunya cara mengatasi hipertensi.

• Periksa tekanan darah secara berkala untuk mengetahui kondisinya.

• Pijat Hanya Pelengkap, Bukan Pengganti Obat

Akupresur dapat menjadi salah satu pilihan untuk membantu relaksasi. Sejumlah penelitian juga telah mengeksplorasi penggunaan akupresur sebagai terapi pendamping pada penderita hipertensi, termasuk kombinasi beberapa titik seperti LI4, PC6, GB20, dan LV3. Namun, penelitian yang ada memiliki desain dan keterbatasan berbeda sehingga manfaatnya tidak boleh dianggap sebagai pengganti terapi medis.

Artinya, orang yang memiliki darah tinggi tetap perlu menjalani pengobatan sesuai rekomendasi dokter. Menjaga pola makan, membatasi asupan garam, berolahraga secara rutin, menjaga berat badan, menghindari rokok dan alkohol, serta mengelola stres juga penting untuk membantu menjaga tekanan darah.

Jika tekanan darah terus tinggi meski sudah melakukan berbagai upaya, sebaiknya lakukan pemeriksaan medis.

Terlebih jika disertai nyeri dada, sesak napas, sakit kepala berat, atau gangguan penglihatan, jangan mengandalkan pijatan dan segera cari pertolongan medis.

Bagikan artikel ini ke media sosial:

Ikuti Perkembangan Berita di Google News

Dapatkan update berita terkini, terverifikasi, dan ulasan mendalam setiap hari dari Malang Times langsung di Google News. Buka Google News →

REDAKSI PELIPUT

Mutmainah J

PENANGGUNG JAWAB / EDITOR

A Yahya

Terverifikasi Dewan Pers