Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Korban Keracunan MBG di Kota Kediri Bertambah, 10 Siswa Dirawat Intensif di RSUD Gambiran 

Penulis : Eko Arif Setiono - Editor : A Yahya

18 - Sep - 2026, 07:34

Placeholder
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menjenguk para korban keracunan MBG.

JATIMTIMES - Dugaan insiden keracunan akibat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Kediri menunjukkan perkembangan baru. Hingga Kamis malam (17/9/2026) sekira pukul 21.00 WIB, jumlah siswa yang mengalami gejala keracunan tercatat mencapai 37 anak, dengan 10 di antaranya harus mendapatkan perawatan medis intensif di RSUD Gambiran.

​Para siswa yang terdampak berasal dari beberapa sekolah dasar di Kota Kediri, yaitu SDN Kampungdalem 3, SDN Kampungdalem 4, serta SDN Kaliombo. Mereka mengeluhkan gejala pusing, mual, perut panas, hingga muntah-muntah usai menyantap sajian MBG.

Baca Juga : Pasutri Lansia Tewas usai Terserempet Truk Gandeng di Malang

Wali Kota Vinanda Gelar Rapat Koordinasi dan Pastikan Penanganan Medis

​Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati turun langsung memantau kondisi para korban di RSUD Gambiran sekaligus memimpin rapat koordinasi penanganan darurat pada Kamis malam. Vinanda menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah pemulihan kesehatan para siswa.

​"Total ada 37 siswa yang menunjukkan gejala. Dari jumlah tersebut, 10 anak menjalani rawat inap di RSUD Gambiran untuk pemantauan medis intensif, sedangkan sisanya menjalani rawat jalan," ungkap Vinanda usai rapat koordinasi di RSUD Gambiran, Kamis (17/9/26) malam.

​Pemkot Kediri memastikan seluruh biaya perawatan para korban ditanggung penuh oleh pemerintah, mendampingi proses pemulihan fisik maupun psikologis anak-anak yang terdampak.

​Sebelum gejala meluas, indikasi ketidaklayakan makanan sempat dicurigai oleh pihak sekolah. Eni Sulistyawati, guru kelas 6 SDN Kampungdalem 3, menceritakan bahwa sejumlah murid sempat mengeluhkan aroma makanan yang janggal.

​"Perut anak-anak terasa panas, mual, lalu muntah. Lauk ayamnya sudah agak berbau, begitu pula dengan buahnya yang punya aroma dan rasa berbeda," terang Eni.

​Menanggapi keluhan tersebut, Petugas Tenaga Sanitasi Lingkungan Puskesmas Kota Utara, Endik, bergerak cepat mengamankan sampel makanan untuk diuji di laboratorium. Terdapat lima jenis sampel yang diperiksa, meliputi ,Nasi putih, Lauk ayam,Sayur, Buah

Baca Juga : Sehari Dua Lahan Terbakar di Kota Malang, Area Terdampak Capai 3.300 Meter Persegi

​Sebagai langkah tegas, Badan Gizi Nasional (BGN) telah menghentikan sementara (suspend) operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyuplai makanan ke sekolah-sekolah terdampak.

​Tak hanya menghentikan pasokan makanan, Pemkot Kediri juga merangkul Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusut tuntas penyebab pasti kejadian ini.

​"Prioritas utama kami adalah penanganan kesehatan para siswa sekaligus melakukan investigasi penyebabnya. Kami telah berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri Kediri, TNI, dan Polri untuk mengusut kejadian ini secara menyeluruh," tegas Vinanda.

Pemkot Kediri berjanji akan memperketat standar pengawasan kebersihan, sanitasi, serta kelayakan bahan baku makanan pada program MBG agar insiden serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.


Topik

Peristiwa Vinanda prameswati keracunan mbg Mbg. Kota Kediri



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Eko Arif Setiono

Editor

A Yahya