Friday, 18 September 2026 | Malang MALANG
TRENDING HukumPendidikanOlahragaPemerintahanGaya HidupKuliner
Malang Times

Terjadi 146 Gempa Bumi di Pertengahan September, Sebagian Dirasakan di Jatim dan Sekitarnya

BAGIKAN:

JATIMTIMES - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi ratusan gempa bumi pada pertengahan September 2026. Dari ratusan gempa bumi tersebut, sebagian di antaranya dapat dirasakan langsung pada sejumlah wilayah di Jawa Timur (Jatim) dan sekitarnya.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Malang Ricko Kardoso menuturkan, ratusan gempa bumi yang terjadi dalam sepekan di pertengahan September tersebut terekam pada periode tanggal 11 sampai dengan 17 September 2026. "Pada periode tersebut, di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya telah terjadi 146 kejadian gempa bumi," ujar Ricko kepada JatimTIMES pada Jumat, 18 September 2026.

Baca Juga : Eri Cahyadi Muncul di Bursa Pilgub Jatim, PDIP Sebut Punya Banyak Stok Kader

Sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya, diutarakan Ricko, dari ratusan gempa bumi yang terekam pada periode pertengahan September 2026 tersebut sebagian di antaranya turut dirasakan langsung oleh warga Jatim dan sekitarnya. "Pada pertengahan bulan ini terdapat tiga kejadian gempa bumi yang dirasakan," tuturnya.

Gempa bumi yang terjadi pada periode pertengahan September 2026 tersebut terdiri dari tiga klasifikasi. Rinciannya meliputi gempa bumi dangkal, menengah, dan dalam.

Dijelaskan Ricko, gempa bumi dangkal ialah gempa yang terjadi pada kedalaman kurang dari 60 kilometer dari permukaan laut. Sementara itu, gempa bumi menengah ialah gempa yang terjadi di kedalaman pada rentang 60 hingga kurang dari 300 kilometer.

Klasifikasi selanjutnya ialah gempa bumi dalam yang merupakan aktivitas gempa yang berada pada kedalaman lebih dari 300 kilometer dari permukaan laut. "Pada periode ini terdapat 111 kejadian gempa bumi dangkal, 35 kejadian gempa bumi menengah dan nihil kejadian gempa bumi dalam," bebernya.

Baca Juga : Hujan Deras Mengintai Sejumlah Wilayah Indonesia 18-24 September, Ini Daftarnya

Secara spesifik, diutarakan Ricko, kejadian gempa bumi terbanyak terekam pada 14 September dengan jumlah 27 kejadian gempa bumi. Sementara untuk kejadian gempa bumi paling sedikit terekam pada 11 September dengan jumlah 14 kejadian.

"Kejadian gempa bumi disebabkan oleh aktivitas pertemuan lempeng tektonik IndoAustralia dengan lempeng Eurasia serta aktivitas patahan lokal. Magnitudo terbesar pada periode ini adalah 4.97 sedangkan magnitudo terkecilnya yaitu M 1.19," pungkasnya.

Bagikan artikel ini ke media sosial:

Ikuti Perkembangan Berita di Google News

Dapatkan update berita terkini, terverifikasi, dan ulasan mendalam setiap hari dari Malang Times langsung di Google News. Buka Google News →

REDAKSI PELIPUT

Ashaq Lupito

PENANGGUNG JAWAB / EDITOR

Nurlayla Ratri

Terverifikasi Dewan Pers