JATIMTIMES - Bupati Malang HM. Sanusi berencana akan melakukan pengadaan test kit food security atau keamanan makanan yang nilainya diperkirakan sebesar Rp 1,7 miliar untuk mencegah terjadinya keracunan pada pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Malang.
Berdasarkan data yang ditabulasi oleh Satgas Percepatan Penyelenggaraan MBG Kabupaten Malang, sebanyak 258 SPPG sudah beroperasi untuk mengolah dan menyajikan paket MBG kepada para penerima manfaat. Setidaknya, pada rencana awal Sanusi akan mengadakan 100 unit test kit food security dengan harga per paket test kit food security sebesar Rp 17 juta.
Baca Juga : Sekitar 40 Guru dan Tendik Madrasah di Kota Malang Diproyeksikan Purna pada 2027
Sanusi menyebut, rencana pengadaan test kit food security tersebut bertujuan untuk mencegah terjadinya keracunan MBG seperti yang terjadi di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Kabupaten Sidoarjo, pada Selasa (1/9/2026). Setidaknya, hingga Jumat (4/9/2026) lalu, tercatat sebanyak 748 korban keracunan yang berasal dari santri dan siswa.
Berangkat dari peristiwa-peristiwa keracunan massal MBG beberapa waktu lalu, ia berencana untuk mencukupi alat test kit food security minimal di masing-masing Satuan Pelayanan Pemenuhan (SPPG), serta satuan pendidikan.
"Alat untuk uji tes MBG nanti kami cukupi, minimal masing-masing SPPG kami berikan satu paket. Kemudian sekolah penerima juga kami berikan supaya pengawasan di sana juga ada," ungkap Sanusi.
Orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang itu menuturkan, ketika test kit food security sudah tersedia, maka masing-masing satuan pendidikan memiliki kewenangan untuk melakukan pengujian terhadap paket MBG sebelum didistribusikan ke para penerima manfaat yang tersebar di jenjang TK, SD, SMP hingga SMA.
"Sekolah nanti punya kewenangan untuk menguji terhadap makanan yang diterima sebelum dibagikan kepada para siswa. Jika hasil pemeriksaan menunjukkan makanan tidak layak atau tidak sehat, makanan tersebut harus ditolak dan tidak dibagikan kepada siswa," jelas Sanusi.
Baca Juga : Dinkes Kabupaten Malang Perkuat Pengawasan MBG, Uji Keamanan Pangan Sasar 75 SPPG Per Tahun
Lebih lanjut, pihaknya mendorong kepada semua pihak untuk bersama-sama menyukseskan Program MBG di Kabupaten Malang. Utamanya kepada para pengelola SPPG, ia berpesan betul agar olahan MBG bisa sampai ke masing-masing penerima manfaat dengan aman, cepat, tepat dan sehat.
"Jika terjadi keracunan akibat kelalaian, saya tidak segan-segan untuk menuntut secara pidana. Jangan buat main-main, ini menyangkut nyawa orang dan kualitas serta keselamatan anak bangsa, harus prioritas," pungkas Sanusi.
