Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Ekonomi

BPR Artha Kanjuruhan Turunkan Target Kerugian di Tahun 2026 Menjadi Rp 780 Juta

Penulis : Tubagus Achmad - Editor : Nurlayla Ratri

14 - Jun - 2026, 19:26

Placeholder
Direktur Utama PT. BPR Artha Kanjuruhan P.Y. Santoso saat ditemui usai memimpin Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT. BPR Artha Kanjuruhan tahun 2026 di Ruang Lotus Cemara Function Hall, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Jumat (12/6/2026). (Foto: Tubagus Achmad/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Dalam rangka memulihkan keuangan perusahaan secara bertahap, PT. Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Artha Kanjuruhan telah menurunkan target kerugian di tahun 2026 menjadi sekitar Rp 780 juta.

Hal itu disampaikan Direktur Utama PT. BPR Artha Kanjuruhan P.Y. Santoso. Menurut Santoso, di tahun 2026 ini pihaknya akan melakukan berbagai perbaikan internal untuk menekan angka kerugian yang dialami oleh PT. BPR Artha Kanjuruhan.

Baca Juga : 70 Link Poster Tahun Baru Islam 2026, Cocok untuk Pawai 1 Muharam!

"Nilai kerugiannya itu target kita hanya sebesar 20 persen dari kerugian tahun lalu. Tahun lalu itu kerugian hampir Rp 4 milliar, kalau yang sekarang Rp 780-an juta. Sehingga target kerugian diturunkan," ungkap Santoso kepada JatimTIMES.

Pria yang menjabat sebagai Direktur Utama sejak tahun 2023 lalu ini mengatakan, bahwa nilai kerugian yang dialami PT. BPR Artha Kanjuruhan setiap tahun selalu mengalami penurunan. Sehingga pada RUPS PT. BPR Artha Kanjuruhan tahun 2026 yang digelar Jumat (12/6/2026) lalu, laporan pertanggung jawaban dari jajaran direksi diterima namun harus ada perbaikan-perbaikan agar dapat menekan angka kerugian serta meningkatkan keuntungan atau laba perusahaan.

"Banyak hal yang harus dilakukan perbaikan. Mulai dari perbaikan kualitas sumber daya manusia, kemudian kredit bermasalah dan juga efisiensi. Tiga item itu yang harus ditingkatkan dan tidak lupa tata kelola karena itu menjadi yang terpenting," ujar Santoso.

Untuk mencapai kerugian yang sangat minim, pihaknya telah menyusun beberapa program kerja. Mulai dari melakukan proses pencairan dengan selektif. Di mana untuk proses pencairan, PT. BPR Artha Kanjuruhan menyasar kategori fix income atau pendapatan tetap, karena risikonya rendah.

"Kemudian kita di BPR Artha Kanjuruhan itu membentuk tim penanganan dari hulu sampai hilir. Jadi ketika debitur mau memasuki tujuh hari jatuh tempo itu nanti tim operasi akan menangani menggunakan telepon. Setelah itu satu sampai 30 hari ditangani marketing, lalu 30 hari sampai 60 hari ditangani oleh tim SAM namanya SAM di level satu. Itu naik lagi SAM level dua dan diselesaikan. Jadi kita urut dari depan sampai ke belakang itu penanganannya," jelas Santoso.

Bahkan saat ini PT. BPR Artha Kanjuruhan sedang menyusun suatu layanan untuk mempermudah penagihan kepada debitur yakni dengan menggunakan WhatsApp Blast atau SMS Blast. Dengan begitu, proses penagihan kepada debitur akan berjalan efektif dan efisien.

Baca Juga : Besok Harpitnas! Apakah Senin 15 Juni 2026 Libur? Ini Penjelasan Resmi Pemerintah

"Kemudian juga kita melakukan efisiensi pos-pos yang tidak perlu kita tekan. Seperti pengeluaran rutin dan segala macam itu kita tekan. Karena mau tidak mau saat ini kan ada kenaikan harga BBM sementara kami tidak menggunakan BBM subsidi," tutur Santoso.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pengaturan perjalanan dari jajaran direksi, manajemen hingga pegawai agar semuanya berjalan secara efektif dan efisien di tengah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) serta kebijakan efisiensi anggaran dari pusat, provinsi hingga kabupaten/kota.

"Kita akan atur segala macam perjalanan sehingga menjadi efektif dan tugas itu sehari bisa selesai," tandas Santoso.

Sehingga, dari berbagai upaya yang akan dilakukan ini, target kerugian dari PT. BPR Artha Kanjuruhan dapat ditekan seminimal mungkin dan pencapaian laba atau keuntungan yang maksimal dapat dicapai sesuai harapan dari Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Budiar dalam RUPS PT. BPR Artha Kanjuruhan tahun 2026.


Topik

Ekonomi malang bpr artha kanjuruhan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Tubagus Achmad

Editor

Nurlayla Ratri

Ekonomi

Artikel terkait di Ekonomi