JATIMTIMES - Pemerintah Kota Blitar bersama PT HM Sampoerna menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Sebanyak 3 ton beras atau 600 paket bantuan diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Blitar H. Syauqul Muhibbin kepada warga penerima manfaat di Kantor Wali Kota Blitar, Jumat (13/3/2026).
Bantuan tersebut merupakan bagian dari kepedulian dunia usaha terhadap masyarakat sekaligus upaya bersama memperkuat ketahanan pangan warga. Setiap paket bantuan berisi 5 kilogram beras yang disalurkan kepada 600 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kota Blitar.
Baca Juga : Lebaran Enaknya Liburan ke Mana? Ini Rekomendasi Destinasi Wisata yang Bisa Dikunjungi
Dalam sambutannya, Wali Kota Blitar yang akrab disapa Mas Ibin menyampaikan apresiasi atas kepedulian PT HM Sampoerna terhadap masyarakat. Menurut dia, kontribusi perusahaan tidak hanya terlihat dari keberadaan industri yang membuka lapangan pekerjaan, tetapi juga melalui berbagai program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Pemerintah Kota Blitar menyampaikan apresiasi kepada PT HM Sampoerna atas kepedulian yang diberikan kepada masyarakat. Kehadiran perusahaan ini di Kota Blitar tidak hanya membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat, tetapi juga menunjukkan komitmen sosial melalui berbagai program bantuan kepada masyarakat,” kata Syauqul Muhibbin.
Ia menilai kegiatan penyaluran bantuan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian sosial perusahaan kepada masyarakat. Pemerintah berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat sekaligus membantu meringankan kebutuhan warga penerima.
“Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat serta sedikit meringankan kebutuhan masyarakat yang menerimanya,” ujarnya.
Mas Ibin juga berharap langkah yang dilakukan PT HM Sampoerna dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan-perusahaan lain di Kota Blitar untuk turut berpartisipasi dalam kegiatan CSR. Dengan demikian, kepedulian sosial dapat menjadi bagian dari budaya dunia usaha yang tumbuh bersama pembangunan daerah.
“Kami berharap langkah baik ini dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan-perusahaan lain di Kota Blitar untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan CSR, sehingga kepedulian sosial menjadi bagian dari budaya dunia usaha di Kota Blitar,” katanya.

Bantuan 600 Paket Beras untuk Warga
Wali Kota juga mengingatkan bahwa bantuan pangan yang disalurkan patut disyukuri bersama. Ia menyebutkan bahwa di berbagai belahan dunia masih banyak masyarakat yang kesulitan memperoleh kebutuhan pangan.
“Bantuan bahan pangan pokok ini patut kita syukuri bersama. Di berbagai belahan dunia, termasuk saudara-saudara kita di Palestina khususnya di Gaza, masih banyak masyarakat yang mengalami kesulitan untuk memperoleh kebutuhan pangan,” ujarnya.
Mas Ibin mengajak masyarakat memanfaatkan bantuan tersebut dengan sebaik-baiknya. Di sisi lain, ia mendorong kesadaran masyarakat untuk mengembangkan diversifikasi pangan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat keluarga.
“Selain memanfaatkan bantuan ini dengan baik, kita juga perlu terus mendorong kesadaran masyarakat untuk mengembangkan diversifikasi pangan agar ketahanan pangan masyarakat semakin kuat,” katanya.
Sementara itu, Manager SKT Plant PT HM Sampoerna Blitar Cosmas Pungkas menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Hari ini kami menyerahkan bantuan beras sebanyak 3 ton dalam kemasan 5 kilogram atau sekitar 600 paket. Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi warga di Kota Blitar,” kata Cosmas.
Baca Juga : Jelang Lebaran, Ratusan Warga Rentan Disasar Program Berbagi Rumah Sedekah NU
Ia menegaskan perusahaan berkomitmen untuk terus menjalin hubungan baik dengan masyarakat melalui berbagai program sosial yang memberikan manfaat langsung bagi warga.

Distribusi Berdasarkan Data Sosial
Proses penyaluran bantuan dilakukan dengan melibatkan Pemerintah Kota Blitar agar distribusinya tepat sasaran. Pemerintah daerah melalui Dinas Sosial memastikan penerima bantuan berasal dari kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Kota Blitar Yudha Budiono menjelaskan pembagian bantuan dilakukan berdasarkan wilayah kecamatan dengan mempertimbangkan lokasi pabrik PT HM Sampoerna.
Menurut Yudha, sebanyak 50 persen bantuan atau 300 paket dialokasikan untuk warga di Kecamatan Sukorejo karena wilayah tersebut merupakan lokasi operasional perusahaan. Sementara sisanya dibagi ke dua kecamatan lain di Kota Blitar.
“Sebanyak 300 paket disalurkan ke Kecamatan Sukorejo. Kemudian masing-masing 150 paket untuk Kecamatan Kepanjenkidul dan 150 paket untuk Kecamatan Sananwetan,” kata Yudha.
Ia menambahkan, penentuan penerima bantuan merujuk pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Melalui data tersebut, pemerintah dapat memastikan bantuan diterima oleh kelompok masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
“Penerima bantuan diprioritaskan bagi warga yang masuk dalam DTSEN desil satu sampai empat. Kelompok ini merupakan masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, termasuk kelompok rentan,” ujarnya.
Yudha menjelaskan jumlah penerima disesuaikan dengan total bantuan yang tersedia. Dengan total 3 ton beras yang dikemas masing-masing 5 kilogram, bantuan tersebut dapat menjangkau sekitar 600 penerima manfaat.
Ia berharap program CSR seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi bagian dari kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap sinergi antara pemerintah dan dunia usaha terus terjalin. Program CSR seperti ini sangat membantu masyarakat sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan warga,” kata Yudha.
