Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Batu Terancam 'Lumpuh' Saat Lebaran? Minimnya Jalan Nasional Disorot di Tengah Serbuan 1,7 Juta Kendaraan

Penulis : Prasetyo Lanang - Editor : Dede Nana

10 - Mar - 2026, 09:54

Placeholder
Pemaparan kondisi prediksi kepadatan musim lebaran 2026 saat forum LLAJ di Kota Batu.(Foto: Dokumen Prokopim Setda Kota Batu)

JATIMTIMES – Status Kota Batu sebagai magnet utama pariwisata Jawa Timur tampaknya harus dibayar mahal dengan ancaman kemacetan saat momen Lebaran 1447 Hijriah mendatang. Betapa tidak, infrastruktur jalan di Kota Dingin ini diprediksi bakal diserbu oleh 1,72 juta pergerakan kendaraan dalam waktu singkat.

Persoalan krusial ini mencuat dalam Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Tahap I Tahun 2026 di Balai Kota Among Tani, Senin (9/3/2026). Wali Kota Batu Nurochman, secara gamblang menyoroti anomali infrastruktur yang ada di wilayahnya.

Baca Juga : Gubernur Jatim Dukung Kebijakan Kemenkomdigi Lindungi Anak di Ruang Digital, Siap Kawal Implementasi Penggunaan Internet Sehat

Meskipun menyandang predikat kota wisata unggulan, nyatanya Kota Batu tidak memiliki satu jengkal pun jalan dengan status Jalan Nasional. Selama ini, mobilitas jutaan wisatawan hanya ditopang oleh jaringan jalan provinsi dan jalan kota yang kapasitasnya sudah berada di titik jenuh.

"Ini tantangan besar bagi kita. Kota Batu tidak punya ruas jalan nasional. Semua beban kendaraan bertumpu pada jalan provinsi dan jalan kota," ujar Nurochman.

Menurut dia, jika tidak ada sinergi kuat antarwilayah di Malang Raya, risiko kemacetan parah atau bahkan lumpuh total di titik tertentu sulit dihindari.

Berdasarkan proyeksi data, puncak arus kendaraan diperkirakan menembus angka 242 ribu kendaraan per hari. Angka ini jauh melampaui rasio kapasitas jalan yang ada.

Nurochman menilai, mengandalkan rekayasa lalu lintas saja tidak akan cukup tanpa adanya pembukaan akses atau ruas jalan baru yang mengoneksikan tiga wilayah di Malang Raya secara permanen. Karakteristik mobilitas di Batu dinilai adaptif, tapi infrastrukturnya statis.

Baca Juga : Peringati Nuzulul Quran, PDIP Surabaya Bagi Ribuan Bingkisan untuk Duafa dan Anak Yatim

"Butuh pembukaan jalan tembus yang lebih memadai agar arus kendaraan tidak semuanya terkunci di pintu masuk seperti Pertigaan Pendem atau Simpang Junrejo," imbuh pria yang akrab disapa Cak Nur tersebut.

Kekhawatiran Wali Kota senada dengan pemetaan yang dilakukan Satlantas Polres Batu. Dalam skema Operasi Ketupat Semeru 2026, pihak kepolisian harus bekerja ekstra keras menjaga titik-titik rawan macet. Bahkan, langkah ekstrem seperti penutupan total jalur alternatif Klemuk selama masa mudik terpaksa diambil demi menghindari risiko kecelakaan rem blong di tengah padatnya arus.

Kondisi ini sekaligus menjadi sinyal penting bagi Pemerintah Provinsi maupun Pusat. Status jalan di Kota Batu dinilai sudah saatnya mendapatkan perhatian lebih, mengingat beban kendaraan yang ditanggung merupakan beban skala nasional, namun pemeliharaan dan kapasitasnya masih berskala lokal.


Topik

Pemerintahan wali kota batu jalan kota batu macet kota batu status jalan di kota batu



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Prasetyo Lanang

Editor

Dede Nana