JATIMTIMES - Memasuki minggu ketiga Ramadan, banyak orang yang mulai bertanya soal kapan datangnya malam Lailatul Qadar.
Malam Lailatul Qadar merupakan salah satu malam paling istimewa dalam bulan Ramadan. Malam ini diyakini memiliki keutamaan luar biasa karena disebut dalam Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Baca Juga : Dua Warga Jatibanteng Situbondo Diduga Hanyut Terbawa Arus Banjir
Banyak umat Islam menantikan datangnya malam tersebut untuk memperbanyak ibadah, seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, hingga berdoa. Namun, kapan sebenarnya malam Lailatul Qadar terjadi?
Dilansir dari NU Online, para ulama memiliki beragam pendapat mengenai waktu terjadinya malam Lailatul Qadar.
Ada Puluhan Pendapat Tentang Waktu Lailatul Qadar
Ulama hadis terkenal dari mazhab Syafi’i, Ibnu Hajar Al-Asqalani (1372–1449 M), menjelaskan bahwa terdapat banyak pendapat mengenai kapan malam Lailatul Qadar terjadi.
Dalam kitab Fathul Bari, Ibnu Hajar menyebutkan ada sekitar 45 pendapat yang membahas waktu turunnya malam Lailatul Qadar. Masing-masing pendapat memiliki dasar dalil dan argumen yang kuat.
Meski demikian, pendapat yang paling kuat (rajih) menyebutkan bahwa malam Lailatul Qadar terjadi pada malam ganjil di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Waktunya bisa berbeda setiap tahun.
Malam Ganjil Paling Berpeluang
Di antara malam-malam ganjil tersebut, beberapa ulama menyebut malam 21 dan 23 Ramadan sebagai waktu yang paling berpotensi.
Pendapat ini salah satunya dikemukakan oleh Imam Syafi’i. Sementara itu, sebagian besar ulama lainnya meyakini bahwa Lailatul Qadar kemungkinan besar jatuh pada malam ke-27 Ramadan.
Pendapat tersebut dijelaskan dalam kitab Fathul Bari jilid 5 halaman 569.
Hadis Tentang Mencari Lailatul Qadar
Anjuran untuk mencari malam Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadan juga dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW.
Dari Aisyah RA, Rasulullah SAW bersabda:
“Carilah Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan.” (Muttafaq ‘alaih)
Hadis lain juga menegaskan bahwa malam tersebut berada pada malam-malam ganjil.
“Carilah Lailatul Qadar pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir Ramadan.” (HR Bukhari)
Pendapat Ulama Tentang Malam ke-23 dan ke-27
Ada pula riwayat yang menyebutkan bahwa malam Lailatul Qadar terjadi pada malam ke-23 Ramadan. Pendapat ini muncul dari hadis yang menceritakan sahabat Nabi, Abdullah bin Unais, yang bertanya kepada Rasulullah SAW tentang waktu malam penuh berkah tersebut.
Rasulullah kemudian menjawab agar mencarinya pada malam ke-23 Ramadan.
Di sisi lain, terdapat riwayat dari Ubay bin Ka’ab yang menyebutkan bahwa Lailatul Qadar terjadi pada malam ke-27 Ramadan.
“Demi Allah, aku mengetahui malam itu. Malam tersebut adalah malam yang Rasulullah perintahkan untuk kami menghidupkannya, yaitu malam ke-27.” (HR Muslim)
Lailatul Qadar Bisa Berpindah Setiap Tahun
Sebagian ulama juga berpendapat bahwa malam Lailatul Qadar tidak selalu jatuh pada tanggal yang sama setiap tahun. Malam tersebut bisa berpindah-pindah di antara malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadan.
Baca Juga : SMAN 2 Kota Malang Gelar SMANDA Religi, Siswa Belajar Spiritualitas dan Toleransi
Hal ini didasarkan pada sejumlah riwayat yang menyebut kemungkinan Lailatul Qadar terjadi pada malam:
• 21 Ramadan
• 23 Ramadan
• 25 Ramadan
• 27 Ramadan
• 29 Ramadan
Bahkan ada riwayat yang menyebut malam terakhir Ramadan juga berpeluang menjadi Lailatul Qadar.
Dalam sebuah hadis disebutkan:
“Lailatul Qadar berada pada sepuluh malam terakhir Ramadan, yaitu malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29.” (HR Imam Ahmad)
Hikmah Dirahasiakannya Malam Lailatul Qadar
Menurut Ibnu Hajar dalam kitab Fathul Bari, dirahasiakannya waktu pasti Lailatul Qadar memiliki hikmah besar bagi umat Islam.
Tujuannya agar umat Muslim tidak hanya beribadah pada satu malam saja, melainkan bersungguh-sungguh meningkatkan ibadah sepanjang sepuluh hari terakhir Ramadan.
Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak amalan pada periode tersebut, seperti:
- Salat malam atau qiyamul lail
- Membaca Al-Qur’an
- Berdzikir
- Memperbanyak doa
Dengan meningkatkan ibadah pada malam-malam terakhir Ramadan, diharapkan umat Muslim dapat meraih keberkahan dan keutamaan dari malam Lailatul Qadar.
