Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Agama

Keutamaan Salat Tarawih Malam ke-13 Ramadan: Jaminan Keamanan di Hari Kiamat dan Limpahan Ampunan

Penulis : Mutmainah J - Editor : A Yahya

02 - Mar - 2026, 17:44

Placeholder
Ilustrasi salat tarawih. (Foto: Freepik)

JATIMTIMES - Bulan Ramadan selalu menjadi momen istimewa bagi umat Islam untuk memperbanyak ibadah. Salah satu amalan yang paling identik dengan bulan suci ini adalah salat tarawih. Meski hukumnya sunah, keutamaan tarawih begitu besar sehingga sayang untuk dilewatkan, terlebih pada malam-malam pertengahan Ramadan seperti malam ke-13.

Dikutip dari laman Nahdlatul Ulama (NU) Online dan penjelasan dari kitab Durrotun Nasihin, terdapat riwayat dari sahabat Ali bin Abi Thalib RA mengenai keutamaan salat tarawih pada malam ke-13. Rasulullah SAW bersabda:

Baca Juga : Soroti Polemik Knetz vs SEAbling, Pakar UB : Cerminkan Kontestasi Identitas Digital Lintas Negara

وَفِى اللَّيْلَةِ الثَّالِثَةَ عَشَرَةَ جَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ آمْنًا مِنْ كُلِّ سُوْءٍ

Artinya: “Pada malam ketiga belas, pada saat hari kiamat ia akan datang dalam keadaan aman dari segala keburukan.”

Riwayat ini menjadi kabar gembira bagi siapa pun yang istiqamah menunaikan salat tarawih. Berikut penjelasan lebih lengkap mengenai keutamaannya.

1. Jaminan Keamanan di Hari Kiamat

Hari kiamat adalah hari yang sangat dahsyat. Dalam Al-Qur’an digambarkan bagaimana manusia berada dalam kondisi penuh kecemasan dan penyesalan. Setiap amal akan dihisab tanpa terkecuali.

Keutamaan malam ke-13 Ramadan sebagaimana dikutip NU Online menunjukkan bahwa orang yang menghidupkan malam itu dengan salat tarawih akan datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari keburukan. Makna “aman” di sini tentu menjadi harapan besar, karena tidak ada seorang pun yang benar-benar siap menghadapi hari pembalasan tanpa pertolongan Allah SWT.

Bagi umat Islam, janji ini menjadi motivasi agar tidak bermalas-malasan, meski tubuh mulai terasa lelah setelah hampir dua pekan berpuasa.

2. Ampunan Dosa yang Telah Lalu

Selain keutamaan khusus malam ke-13, tarawih juga termasuk dalam qiyam Ramadan yang memiliki dalil sahih mengenai ampunan dosa. Rasulullah SAW bersabda:

"Barang siapa yang melaksanakan qiyam Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini diriwayatkan dari Abu Hurairah RA dan menjadi dasar kuat anjuran menghidupkan malam Ramadan. Qiyam Ramadan mencakup salat tarawih yang dilakukan secara berjamaah maupun sendiri.

Ampunan ini menjadi kesempatan emas, terutama bagi mereka yang ingin memperbaiki diri dan membuka lembaran baru dalam hidup.

3. Menumbuhkan Ketakwaan dan Konsistensi Ibadah

Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga. Bulan ini adalah madrasah spiritual yang melatih kesabaran, keikhlasan, dan kedisiplinan. Salat tarawih membantu menjaga ritme ibadah agar tetap stabil dari awal hingga akhir Ramadan.

Malam ke-13 berada di fase pertengahan, saat semangat sebagian orang mulai menurun. Justru di titik inilah konsistensi diuji. Mereka yang tetap menjaga tarawih biasanya akan merasakan:

• Hati lebih tenang

• Pikiran lebih jernih

• Emosi lebih terkontrol

• Hubungan sosial lebih baik

Kedekatan dengan Allah SWT melalui ibadah malam memberi kekuatan batin yang sulit dijelaskan dengan kata-kata.

4. Pahala Berlipat Ganda di Bulan Penuh Berkah

Ramadan adalah bulan dilipatgandakannya pahala. Setiap kebaikan bernilai lebih besar dibanding bulan-bulan lainnya. Dalam hadis yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah disebutkan:

Baca Juga : STIE Malangkucecwara Lepas 4 Mahasiswa Magang ke Jepang, Terima Kembali Peserta Internship dan Student Exchange

"Barang siapa yang mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebajikan di dalamnya (bulan Ramadan), maka pahalanya seperti orang yang melaksanakan kewajiban di bulan lainnya." (HR. Ibnu Khuzaimah)

Artinya, ibadah sunah seperti tarawih di bulan Ramadan memiliki nilai pahala yang sangat besar. Ini menunjukkan betapa luasnya rahmat Allah SWT kepada hamba-Nya.

5. Menguatkan Ukhuwah dan Kebersamaan

Salat tarawih umumnya dilakukan secara berjamaah di masjid. Momen ini bukan hanya ibadah personal, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi. Umat Islam berkumpul, berbaris rapi dalam satu saf, dipimpin imam yang sama, dan mengaminkan doa yang sama.

Kebersamaan ini menghadirkan suasana hangat yang hanya bisa dirasakan di bulan Ramadan. Anak-anak, orang tua, hingga remaja berbaur dalam satu tujuan: mencari ridha Allah SWT.

6. Melatih Kesabaran dan Kekuatan Fisik

Meski termasuk ibadah ringan, tarawih tetap membutuhkan stamina, apalagi setelah seharian berpuasa. Namun justru di situlah letak nilai perjuangannya. Tubuh dilatih untuk tetap taat meski lelah, hati dilatih untuk tetap ikhlas meski mengantuk.

Secara tidak langsung, tarawih juga membantu menjaga kebugaran fisik melalui gerakan salat yang teratur dan dilakukan berulang.

Malam ke-13 Ramadan bukan sekadar hitungan hari dalam kalender hijriah. Ia adalah kesempatan istimewa yang membawa janji keselamatan di hari kiamat, sebagaimana dikutip dari Nahdlatul Ulama Online berdasarkan riwayat dari Ali bin Abi Thalib RA.

Ramadan terus berjalan dan tidak terasa akan segera berlalu. Karena itu, menjaga semangat salat tarawih hingga akhir bulan menjadi kunci meraih keberkahan yang maksimal.

Semoga kita termasuk orang-orang yang mampu menghidupkan malam-malam Ramadan dengan penuh keimanan dan harapan akan pahala dari Allah SWT.


Topik

Agama Ramadan tarawih keutamaan tarawih salat tarawih



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Mutmainah J

Editor

A Yahya