JATIMTIMES - Geliat ekonomi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Lamongan mulai menunjukkan tren positif menjelang dan memasuki Bulan Suci Ramadan. Salah satunya sektor industri rumahan songkok di Desa Pengangsalan, Kecamatan Kalitengah.
Pengrajin songkok Ahmad Rohman mengaku pesanannya naik hingga tiga kali lipat dibandingkan hari-hari biasa. Jika pada bulan-bulan sebelumnya rata-rata hanya mengirim sekitar 3.000 kodi per bulan, memasuki bulan Ramadan ini, pesanan menembus angka 9.000 kodi.
Baca Juga : Jam Pelajaran Siswa SD-SMP di Jombang Lebih Singkat Selama Ramadan
"Permintaan pasar melonjak drastis. Kondisi ini membuat kami terpaksa menambah tenaga lepas dan memberlakukan jam kerja lembur agar seluruh pesanan dapat terkirim tepat waktu sebelum memasuki bulan puasa," ujar Ahmad Rohman, di industri rumahannya, Jumat (20/2/2026)
Meskipun permintaan membeludak, Ahmad memastikan kualitas tetap menjadi prioritas utama. Ia tetap menggunakan bahan beludru premium agar produknya tetap nyaman digunakan saat beribadah dalam waktu lama.
"Untuk harga, satu buah songkok berkualitas dibanderol mulai dari Rp 40.000 hingga Rp 100.000, tergantung pada kerumitan motif dan jenis bahan yang digunakan," ucap Ahmad.
Songkok khas Lamongan ini tidak hanya diminati oleh pasar lokal seperti Surabaya, Bandung, dan Jakarta, tetapi juga sudah mulai merambah hingga ke luar Pulau Jawa. Keunggulan motif dan ketahanan bahan menjadi daya tarik tersendiri bagi para pembeli.
Desa Pengangsalan sendiri dikenal sebagai sentra industri songkok terbesar di Lamongan. Tercatat lebih dari 80 persen warga setempat berprofesi sebagai pengrajin songkok. Momentum menjelang Ramadan ini pun menjadi berkah tersendiri bagi warga sekitar.
Baca Juga : Fakta Gajah Mada Lahir di Gunung Ratu Ngimbang Lamongan Jawa Timur
Selain pengrajin utama, warga lain turut diberdayakan sebagai tenaga lepas, terutama dalam proses pengemasan (finishing), sehingga mampu menggerakkan roda ekonomi desa secara kolektif.
Pantauan di lokasi menunjukkan suasana sibuk di salah satu rumah produksi milik warga. Suara deru mesin jahit bersahutan sejak pagi hingga dini hari demi mengejar target pesanan yang kian menumpuk.
