Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Ekonomi

SMK dan Janji Siap Kerja yang Tertunda: Pengangguran Lulusan Vokasi Tertinggi di Jatim

Penulis : Muhammad Choirul Anwar - Editor : A Yahya

18 - Feb - 2026, 15:30

Placeholder
Perkembangan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur (Jatim). (BPS Jatim)

JATIMTIMES - Di saat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur (Jatim) turun menjadi 3,71 persen, data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) justru mencatat tingkat pengangguran tertinggi, yakni 5,99 persen pada November 2025. 

Angka ini berada jauh di atas rata-rata provinsi. "Pada November 2025, TPT tamatan SMK masih merupakan yang paling tinggi dibandingkan jenjang pendidikan lainnya, yaitu sebesar 5,99 persen," jelas Plt. Kepala BPS Provinsi Jatim Herum Fajarwati.

Baca Juga : Paint Festival Graha Bangunan Blitar, Diskon Cat TOA hingga 17 Persen Dorong Tren Renovasi Awal Tahun

Secara agregat, pengangguran memang menurun 0,17 persen poin dibandingkan Agustus 2025. Namun rincian berdasarkan pendidikan memperlihatkan bahwa kelompok vokasi belum menikmati perbaikan yang sama.

SMK selama ini diposisikan sebagai jalur pendidikan yang dirancang untuk siap kerja. Kurikulum vokasi dibangun dengan orientasi keterampilan teknis dan kedekatan dengan kebutuhan industri.

Namun fakta bahwa TPT SMK menjadi yang tertinggi menunjukkan adanya jeda antara desain pendidikan dan realitas pasar kerja. TPT lulusan SMK (5,99 persen) juga lebih tinggi dibandingkan lulusan SMA (4,86 persen), bahkan jauh di atas kelompok pendidikan SD ke bawah (2,47 persen).

Artinya, semakin tinggi pendidikan menengah, risiko menganggur justru meningkat. Fenomena ini bukan berarti pendidikan tidak relevan, melainkan menunjukkan bahwa struktur ekonomi Jatim belum sepenuhnya mampu menyerap tenaga kerja vokasi dalam skala besar.

"Terdapat tiga lapangan usaha yang menyerap tenaga kerja paling banyak yaitu pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar 31,97 persen; perdagangan besar dan eceran, reparasi dan perawatan mobil dan sepeda motor sebesar 18,44 persen; serta industri pengolahan sebesar 14,90 persen," ungkap Herum.

Komposisi tersebut menggambarkan bahwa lapangan kerja masih didominasi sektor tradisional dan padat karya. Industri pengolahan memang ada, tetapi belum menjadi penopang utama penyerapan tenaga kerja.

Dalam konteks ini, lulusan SMK yang umumnya diarahkan ke sektor industri dan jasa modern menghadapi keterbatasan peluang kerja yang sesuai dengan kompetensi mereka.

Baca Juga : Ada 9,78 Juta UMKM di Jatim, Jamkrida Ditarget Jamin 1 Juta Pelaku Usaha

Sementara dari sisi wilayah, TPT perkotaan tercatat sebesar 4,03 persen, lebih tinggi dibandingkan perdesaan sebesar 3,25 persen. Kota menjadi pusat konsentrasi lulusan pendidikan menengah dan vokasi. Namun tingginya kompetisi serta keterbatasan pertumbuhan lapangan kerja formal membuat sebagian lulusan belum terserap optimal.

Meski TPT kota turun dibandingkan periode sebelumnya, perbedaan ini tetap menunjukkan bahwa wilayah urban menyimpan tekanan pengangguran yang lebih besar.

Adapun jumlah angkatan kerja Jatim pada November 2025 mencapai 24,96 juta orang, dengan 927,08 ribu orang masih menganggur. Penurunan TPT menjadi 3,71 persen memang menunjukkan perbaikan secara makro.

Namun tingginya pengangguran lulusan SMK mengisyaratkan bahwa janji siap kerja masih menghadapi tantangan dalam implementasi. Persoalan yang muncul bukan semata pada sisi pendidikan, tetapi juga pada kapasitas struktur ekonomi untuk menyediakan lapangan kerja yang sesuai.

Stabilitas angka pengangguran tidak serta-merta berarti selesainya persoalan transisi pendidikan ke dunia kerja. Selama lulusan vokasi masih menjadi kelompok dengan TPT tertinggi, tantangan keterhubungan antara pendidikan dan kebutuhan pasar kerja akan tetap menjadi agenda yang belum tuntas.


Topik

Ekonomi herum fajarwati pengangguran pengangguran terbuka pengangguran jatim



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Muhammad Choirul Anwar

Editor

A Yahya