Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Skywalk Kayutangan dan Suhat Diusulkan ke Bank Dunia, Kota Malang Siap Punya Ikon Baru

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Nurlayla Ratri

21 - Feb - 2026, 20:38

Placeholder
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat (foto: Hendra Saputra/JatimTIMES)

JATIMTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus mematangkan langkah besar untuk mendongkrak daya tarik dua kawasan ikonik, Kayutangan Heritage dan Soekarno-Hatta atau Suhat. Salah satu gebrakan yang tengah disiapkan adalah pembangunan skywalk di dua titik tersebut, lengkap dengan konsep berbeda yang disesuaikan karakter masing-masing kawasan.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, memastikan bahwa rancangan pengembangan dua kawasan strategis itu telah diajukan kepada Bank Dunia. Proposal tersebut mencakup konsep integrasi kawasan hingga pembangunan jalur pedestrian layang yang diharapkan menjadi magnet baru pariwisata dan ruang publik.

Baca Juga : Daftar Lengkap Lokasi Tukar Uang Lebaran 2026 di Jatim, Jangan Sampai Kehabisan Slot

"Yang kami usulkan ada dua kawasan, yakni kawasan integrasi Kayutangan dan kawasan Suhat," kata Wahyu.

Tak sekadar menghadirkan jalur layang, desain skywalk di dua kawasan itu akan memiliki identitas yang berbeda. Di Kayutangan, konsep heritage kolonial akan diperkuat untuk menjaga karakter sejarah yang sudah melekat. Sementara di Suhat, nuansa milenial akan diusung untuk mempertegas citra kawasan sebagai pusat kuliner dan ruang nongkrong anak muda.

"Mungkin akan sama sama ada (skywalk). Tapi dengan ornamen yang berbeda. Satunya mengusung konsep heritage kolonial dan satunya konsep milenial," ungkapnya.

Terkait kebutuhan anggaran, Wahyu mengakui masih menunggu respons lebih lanjut dari Bank Dunia. Saat ini, pemerintah kota baru sebatas mengajukan konsep besar pengembangan.

"Kan baru kami usulkan, kami belum tahu anggarannya. Kalau saya sih maunya sebanyak banyaknya," kata dia.

Untuk kawasan Kayutangan, pengembangan tidak hanya berhenti pada pembangunan skywalk. Pemkot Malang merancang integrasi kawasan secara menyeluruh agar terhubung dengan berbagai titik potensial di pusat kota. Mulai dari Alun Alun Merdeka, DKM, Pasar Splendid, Tarekot, Monumen Tugu Balai Kota Malang, Stasiun Malang hingga Kampung Warna Warni Jodipan akan dirangkai menjadi satu kesatuan destinasi yang tertata.

Baca Juga : Atasi Kemiskinan Ekstrem, Bupati Jember Siapkan Skema Pengiriman 1000 Pekerja Migran

"Ini akan menjadi kawasan terintegrasi menjadi satu kesatuan. Termasuk penataan PKL, parkir dan khususnya destinasi wisata yang tertata," urainya.

Ia menambahkan bahwa konsep tersebut telah disampaikan secara komprehensif dan mendapat respons positif dari pihak Bank Dunia. "Sudah ada konsepnya, secara keseluruhan sudah kami sampaikan ke bank dunia. Mereka tertarik dengan konsep ini," imbuhnya.

Sementara itu, kawasan Suhat akan difokuskan sebagai kawasan milenial yang semakin memperkuat identitasnya sebagai pusat kuliner Kota Malang. Kehadiran skywalk diproyeksikan mampu meningkatkan kenyamanan pejalan kaki sekaligus menciptakan ruang interaksi baru yang lebih modern dan representatif.

Jika terealisasi, proyek ini bukan sekadar mempercantik kota. Lebih dari itu, pembangunan skywalk Kayutangan dan Suhat digadang menjadi langkah strategis Pemkot Malang dalam membangun konektivitas kawasan, menata ruang publik, sekaligus mengangkat daya saing pariwisata Kota Malang ke level yang lebih tinggi.


Topik

Pemerintahan skywalk kayutangan kota malang skywalk suhat wahyu hidayat



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Nurlayla Ratri