JATIMTIMES - Datangnya bulan suci Ramadan membawa berkah tersendiri bagi para pedagang kurma di Kota Malang. Permintaan buah khas Timur Tengah itu melonjak tajam, bahkan mencapai tiga kali lipat dibandingkan hari biasa.
Pantauan JatimTIMES di kawasan Jalan Yulius Usman, Kecamatan Klojen, Kamis 19 Februari 2026, menunjukkan etalase toko-toko dipenuhi aneka varian kurma. Suasana tampak ramai sejak pagi. Pembeli datang silih berganti, baik untuk kebutuhan konsumsi pribadi maupun dalam jumlah besar untuk dijual kembali.
Baca Juga : 7 Menu Takjil Buka Puasa: Aman untuk Lambung, Nyaman Dikonsumsi Saat Ramadan
Pemilik Toko Raja Kurma, Zakaria Salim, mengungkapkan lonjakan penjualan sudah terasa sejak H-7 Ramadan dan diperkirakan masih akan terus berlangsung hingga H+10 Ramadan.
"Peningkatannya bisa 300 persen dibandingkan hari-hari biasa. Dari hasil keseluruhan termasuk dua cabang kami dan penjualan online, kurma yang laku terjual per harinya mencapai 8 ton," ujarnya.
Menurut Zakaria, untuk mengantisipasi lonjakan permintaan, pihaknya telah melakukan persiapan jauh hari sebelum Ramadan tiba. Sejak awal Januari, pasokan kurma didatangkan dalam jumlah besar guna memastikan stok tetap aman sepanjang bulan puasa.
"Mulai awal Januari, kami sudah stok kurma dalam jumlah banyak yang dikirim lewat 15 truk. Dengan satu truknya rata-rata membawa 8 ton kurma," tambahnya.
Raja Kurma menyediakan sekitar 20 jenis kurma dengan beragam pilihan harga dan kualitas. Namun, beberapa varian tercatat sebagai favorit konsumen. Kurma Sukari, kurma Mesir, dan kurma Ajwa menjadi yang paling banyak diburu.
Zakaria menjelaskan, kurma Mesir diminati karena ukurannya besar dengan harga terjangkau, mulai Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu per kilogram tergantung grade. Sementara kurma Ajwa dan Sukari dikenal memiliki rasa lebih manis dan tekstur lembut, sehingga banyak dipilih untuk konsumsi keluarga saat berbuka maupun sahur.
Baca Juga : Update Penemuan Mayat Perempuan di Sungai Jilu: Telanjang, Tangan Terikat dan Mulut Tersumpal
Lonjakan penjualan ini tak lepas dari tradisi masyarakat yang menjadikan kurma sebagai menu wajib saat Ramadan. Farida, salah satu pembeli, mengaku selalu menyetok kurma setiap memasuki bulan puasa.
"Tiap bulan Ramadan, saya selalu stok membeli kurma buat buka maupun sahur. Biasanya saya mengonsumsi kurma Ajwa, tetapi sekarang ingin mencoba kurma Lulu," tandasnya usai memborong dua kilogram kurma Lulu senilai Rp 160 ribu.
Geliat penjualan kurma di Kota Malang menjadi salah satu indikator positif perputaran ekonomi selama Ramadan. Tradisi berbuka dengan kurma bukan hanya memperkuat nilai religius, tetapi juga menjadi berkah tersendiri bagi pelaku usaha di sektor perdagangan musiman.
