Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Ekonomi

Ramadan 2026 Konsumsi Beras di Kota Malang Melonjak 25 Persen, Bulog Klaim Stok Aman

Penulis : Hendra Saputra - Editor : Nurlayla Ratri

21 - Feb - 2026, 19:10

Placeholder
Ilustrasi foto beras (foto: istimewa)

JATIMTIMES - Lonjakan kebutuhan bahan pokok selama Ramadan kembali menjadi perhatian. Tahun ini, konsumsi beras di Kota Malang diprediksi naik signifikan. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian atau Dispangtan Kota Malang memperkirakan kenaikan konsumsi beras mencapai 25 persen selama Ramadan 2026.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dispangtan Kota Malang, Elfiatur Roikhak menyebut tren peningkatan konsumsi saat Ramadan bukan hal baru. Hampir seluruh komoditas pangan mengalami kenaikan, termasuk beras yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Baca Juga : KAI Daop 8 Siapkan 136.945 Tiket KA Lebaran 2026 untuk Keberangkatan dari Malang Raya, Baru Terjual 25 Persen

"Dari beberapa tahun ke belakang, trennya selalu naik, bahkan di semua komoditas. Untuk konsumsi beras, prediksinya naik 25 persen," kata Elfiatur.

Meski konsumsi dipastikan melonjak, ketersediaan stok beras di Kota Malang disebut dalam kondisi aman. Dispangtan memastikan cadangan beras di Gudang Bulog Malang masih mencukupi untuk beberapa bulan ke depan.

Saat ini, stok beras tercatat sekitar 75 ton dan diklaim mampu memenuhi kebutuhan dalam jangka panjang. Secara umum, kebutuhan beras masyarakat Kota Malang mencapai 60 ribu ton per tahun, dengan rata-rata konsumsi sekitar 5 ribu ton per bulan.

"Kami sudah pastikan stok beras di Bulog, cadangan beras masih ada. Diperkirakan masih aman untuk 10 bulan ke depan," ujarnya.

Selain memastikan ketersediaan, stabilitas harga juga menjadi fokus utama selama Ramadan. Pemerintah akan memperketat pengawasan harga agar tetap sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi atau HET yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

Mengacu pada SK Kepala Badan Pangan Nasional Nomor 299 Tahun 2025, HET beras di wilayah Jawa, Lampung, dan Sumatera Selatan ditetapkan sebesar Rp 13.500 per kilogram untuk beras medium dan Rp 14.900 per kilogram untuk beras premium.

Baca Juga : Ribuan Guru Ikuti UP UKMPPG 2026 di UIN Maliki Malang

"Kami akan terus memastikan tidak hanya stok, tetapi juga harga beras bisa semua mematuhi HET," ungkapnya.

Sebagai langkah antisipasi, Dispangtan juga akan mengintensifkan program gerakan pangan murah atau pasar murah selama Ramadan. Upaya ini dilakukan agar masyarakat dapat memperoleh beras dengan harga lebih terjangkau di tengah potensi peningkatan permintaan.

"Gerakan pangan murah sebenarnya sudah rutin kami selenggarakan. Namun saat Ramadan, akan diintensifkan supaya masyarakat juga lebih mudah menjangkau beras," tandasnya.

Dengan stok yang diklaim aman dan pengawasan harga yang diperketat, Pemkot Malang berharap kebutuhan beras masyarakat tetap terpenuhi tanpa gejolak harga berarti selama bulan suci Ramadan 2026.


Topik

Ekonomi kota malang stok beras bulog



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Hendra Saputra

Editor

Nurlayla Ratri