JATIMTIMES - Suara kicauan burung bersahut-sahutan memecah suasana Gantangan Politeknik Angkatan Darat (Poltekad), Kecamatan Junrejo, Kota Batu, saat ratusan kicau mania berkumpul dalam gelaran Kadisparta Cup atau Piala Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Minggu (15/2026).
Lomba burung berkicau ini tidak hanya menjadi ajang adu kualitas burung peliharaan, tetapi juga turut memeriahkan peringatan Hari Pers Nasional (HPN).
Baca Juga : Jalankan Instruksi Presiden, 61.500 Warga Surabaya Gelar Kerja Bakti Massal Peringati HPSN 2026
Event ini digelar hasil kolaborasi antara JatimTIMES, komunitas Bowo JAYA BC, dan Dinas Pariwisata Kota Batu. Para peserta terlihat antusias mempersiapkan burung andalannya, mulai dari memastikan kondisi fisik burung, mengatur posisi sangkar, hingga memantau jalannya penilaian dewan juri.
Kicauan merdu dari berbagai jenis burung pun bersahut-sahutan, menciptakan atmosfer kompetisi yang meriah sekaligus penuh semangat kebersamaan selama perlombaan. Kadisparta Cup ini, panitia melombakan berbagai kelas bergengsi.
Salah satu yang paling menyita perhatian adalah kelas Murai Batu C yang dikenal prestisius dan menjadi incaran para peserta. Selain itu, kelas lain seperti Anis Merah, Cucak Hijau, Cendet, Konin, hingga Sogon juga dipertandingkan.
Beragamnya kategori yang dilombakan membuat event ini mampu mengakomodasi semua kalangan, baik penghobi pemula maupun pemain lama yang sudah berpengalaman. Tidak sedikit peserta yang datang dengan harapan membawa pulang trofi sekaligus meningkatkan reputasi burung peliharaannya.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, mengatakan bahwa Kadisparta Cup merupakan event pertama yang digelar pihaknya bersama media dan komunitas burung berkicau. Ia mengaku terkesan dengan tingginya antusiasme peserta.
“Kalau untuk Dinas Pariwisata Kota Batu ini adalah event yang pertama. Kami bekerja sama dengan JatimTIMES dan sangat mengapresiasi para pencinta burung di Malang Raya yang ternyata minatnya luar biasa. Pesertanya sekitar 200-an,” kaya Onny.
Ia berharap kehadiran peserta, terutama dari luar daerah, tidak hanya berdampak pada kesuksesan lomba, tetapi juga ikut mendorong sektor pariwisata Kota Batu.
“Harapannya peserta-peserta dari luar kota itu selain ikut lomba juga bisa mengunjungi tempat-tempat wisata atau mungkin menginap di Kota Batu. Apalagi menjelang Ramadan cukup banyak gantangan yang melaksanakan kegiatan di Malang. Nanti kami akan buat agenda yang benar-benar bisa terkonsentrasi di Kota Batu,” jelasnya.
Baca Juga : Pemkab Malang-Agrinas Pangan Nusantara Jalin Sinergi: Kuatkan Ekonomi Kerakyatan Melalui KDKMP
Menurut Onny, lomba ini tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi wadah bagi komunitas untuk mempererat hubungan. Kemudian jadi ajang silahturahmi para kicau mania.
“Lomba ini juga untuk mewadahi para kicau mania, khususnya di Kota Batu dan sekitarnya, sekaligus menjadi ajang silaturahmi para peserta,” tambah Onny.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Batu, Muhammad Didik Subiyanto, yang turut hadir sekaligus menjadi peserta, menilai lomba burung memiliki dampak luas, tidak hanya sebagai hobi, tetapi juga menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Event lomba burung di Kota Batu ini memang banyak diminati. Teman-teman kicau mania sangat semangat. Selain hobi, sekarang juga ada nilai ekonominya karena hadiahnya sebagian berupa uang,” kata Didik.
Menurutnya, burung berkualitas tinggi bahkan memiliki nilai jual yang besar dan memberikan efek berantai pada sektor ekonomi lainnya.
“Burung yang bagus bisa laku mahal. Dampaknya juga ke ekonomi masyarakat, mulai dari pakan burung, sangkar, sampai perawatnya. Jadi ekonomi di bawah juga ikut berjalan. Lomba burung ini memang merakyat,” ujar pria yang akrab disapa Bianto ini.
