JATIMTIMES - Kelas Murai Batu C menjadi salah satu kelas paling bergengsi dan menyita perhatian dalam ajang Kadisparta Cup atau Piala Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu yang digelar di Gantangan Poltekad Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Minggu (15/2026). Kelas ini dikenal prestisius karena diikuti burung-burung terbaik milik para kicau mania dari berbagai daerah.
Sorotan utama tertuju pada burung murai batu bernama Hercules, milik Abah Kus, warga Lebek Balap, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Hercules tampil memukau dan berhasil mengalahkan banyak pesaingnya lewat kualitas suara yang disebut memiliki karakter tembus dan kristal.
Baca Juga : Diserbu Peserta Luar Kota, Kadisparta Cup Kota Batu Jadi Peluang Emas Sektor Pariwisata
Abah Kus mengungkapkan, Hercules bukan burung baru di dunia perlombaan. Ia sudah cukup lama mengikuti berbagai kompetisi dan berkali-kali meraih kemenangan.
“Hercules ini sudah kompetisi sekitar tiga sampai lima tahunan. Sudah cukup banyak berlaga di gantangan dan mengalahkan murai lainnya,” ujar Abah Kus.
Menurutnya, performa Hercules tidak lepas dari perawatan dan treatment khusus yang diberikan secara rutin. Perawatan tersebut dilakukan untuk menjaga stamina sekaligus kualitas suara burung tetap stabil saat lomba.
“Karena ada treatment khusus perawatan. Suaranya tembus, kristal, jadi itu yang menjadi keunggulannya,” imbuhnya.
Berkat kualitasnya, Hercules kini memiliki nilai jual fantastis. Abah Kus menyebut harga burung andalannya itu bisa mencapai ratusan juta rupiah, karena kerap menjadi yang terbaik dalam setiap kelas yang diikutinya.
Baca Juga : Diserbu Peserta Luar Kota, Kadisparta Cup Kota Batu Jadi Peluang Emas Sektor Pariwisata
“Kalau untuk harga, Hercules bisa sampai sekitar ratusan juta,” ungkap Abah Kus yang enggan membeberkan nominal harga burung mililk ya.
Kadisparta Cup sendiri tidak hanya menjadi ajang adu kualitas burung berkicau, tetapi juga menjadi bagian dari peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Event ini merupakan hasil kolaborasi antara JatimTIMES, komunitas Bowo Jaya BC, dan Dinas Pariwisata Kota Batu.
Selain menjadi wadah kompetisi bagi para pecinta burung, kegiatan ini juga menjadi daya tarik tersendiri yang mampu menggerakkan sektor ekonomi dan pariwisata daerah. Para peserta dan pengunjung yang datang turut memeriahkan suasana, sekaligus menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap dunia kicau mania.
