Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Pemkot Malang Kunci Harga Pangan Jelang Ramadan, GPM Bakal Menyebar ke 57 Kelurahan

Penulis : Riski Wijaya - Editor : Dede Nana

30 - Jan - 2026, 18:46

Placeholder
Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan meninjau pelaksanaan Gerakan Pangan Murah.(Foto: Istimewa).

JATIMTIMES - Pemerintah Kota Malang mulai mengencangkan pengamanan harga pangan menjelang Ramadan. Salah satunya melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang kembali digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Jumat (30/1/2026), di halaman Kantor Dispangtan, Jalan Jenderal Ahmad Yani Utara, Polowijen, Kecamatan Blimbing.

Bukan sekadar agenda rutin, GPM kali ini menjadi sinyal awal langkah antisipatif Pemkot Malang menghadapi lonjakan permintaan bahan pokok yang kerap terjadi menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Kepala Dispangtan Kota Malang, Slamet Husnan, menyebut GPM dirancang sebagai “rem” agar harga tetap terkendali di tingkat konsumen.

Baca Juga : Wali Kota Blitar Lantik 21 Pejabat dan Kukuhkan 45 Kepala Sekolah, Tekankan Akselerasi Layanan Publik 2026

“Ini sudah pelaksanaan ketiga dan kami lakukan konsisten setiap Jumat. Tujuannya jelas, menjaga pasokan tetap aman dan harga tidak melonjak menjelang Ramadan dan Idul Fitri,” ujar Slamet.

Dalam GPM tersebut, masyarakat bisa membeli beragam kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar. Mulai dari beras, gula, telur, minyak goreng, tepung, hingga komoditas hortikultura seperti cabai, tomat, bawang merah, dan bawang putih. Seluruh komoditas dijual terpisah tanpa sistem paket, sehingga warga bisa menyesuaikan kebutuhan.

Dispangtan juga menegaskan tidak ada syarat khusus untuk berbelanja. Namun, untuk menjaga pemerataan, pembelian beras SPHP dibatasi maksimal dua sak ukuran 5 kilogram per orang.

“Hanya beras SPHP yang kami batasi. Selebihnya bebas, supaya manfaatnya bisa dirasakan lebih banyak warga Kota Malang,” jelasnya.

Agar harga tetap terjangkau, Pemkot Malang memberikan subsidi pada biaya distribusi. Dampaknya, selisih harga dengan pasar bisa mencapai Rp 500 hingga Rp 4.000 per komoditas.

Baca Juga : Jual Beli Tanah Polinema Dinyatakan Sah oleh MA, Kuasa Hukum Tegaskan Tak Ada Kerugian Negara

“Selisih harga ini cukup terasa bagi masyarakat. Apalagi kebutuhan menjelang Ramadan biasanya meningkat,” tambah Slamet.

Ke depan, strategi pengendalian pangan ini akan diperluas. Saat Ramadan tiba, GPM direncanakan digelar setiap hari dan menjangkau seluruh 57 kelurahan di Kota Malang. Pelaksanaannya akan melibatkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang dengan kolaborasi lintas sektor, mulai dari Bulog, Bank Indonesia, Diskopindag, hingga OPD terkait.

“Fokus kami dua hal yakni pada ketersediaan (stok) aman dan harga tetap terjangkau. Aksesnya juga harus dekat dengan masyarakat,” pungkasnya.


Topik

Pemerintahan gerakan pangan mura dispangtan kota malang pemkot malang harga sembako ramadan



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Riski Wijaya

Editor

Dede Nana

Pemerintahan

Artikel terkait di Pemerintahan