MALANGTIMES - Kejadian meninggalnya salah satu suporter Persija Jakarta atau yang akrab disebut The Jak di area Stadion Gelora Bandung Lautan Api membuat Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung mengimbau kepada seluruh Aremania agar bisa menjaga kondusivitas jelang Arema FC menghadapi Persebaya, Minggu (30/9/2018).
Minggu (23/9/2018) kemarin duel el clasico Indonesia antara Persib menghadapi Persija berakhir dengan kemenangan tuan rumah. Akan tetapi, pertandingan tersebut dinodai dengan meregangnya nyawa salah satu The Jak yang datang ke stadion rivalnya.
Baca Juga : Libur Karena Covid-19, Kiper Persita Mulai Bosan
Banyak beredar video sekerumunan Bobotoh (suporter Persib) yang menghajar satu orang The Jak hingga nyawanya melayang.
Di Malang sendiri, akhir pekan ini akan menyuguhkan pertandingan derby Jawa Timur antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya. Dua tim besar yang memiliki sejarah panjang di persepakbolaan nasional.
Menghindari kejadian yang tidak diinginkan seperti di Bandung, Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung mengimbau kepada seluruh Aremania agar bisa menjaga daerahnya hingga laga derby Jatim selesai digelar.
"Mari kita sama-sama menjaga situasi dan kondisi yang kondusif di Bumi AREMA. Saya yakin kawan-kawan Aremania lebih bermartabat, berpendidikan dan lebih beradab dari orang-orang yang melakukan kekerasan dalam video," harap Yade.
Baca Juga : Cristiano Ronaldo Pernah Dapat Ancaman, ternyata Ini Sebabnya
Yade menambahkan bahwa kekerasan bukanlah jalan terakhir yang ditempuh untuk sebuah rivalitas sepak bola. Karena pada dasarnya, sepak bola adalah olahraga pemersatu masyarakat Indonesia.
"Korban itu ya manusia juga, anak dari seseorang, kakak dari seseorang, adik atau saudara dari seseorang yang akan merasa terpukul dan kehilangan dengan kejadian tersebut. Kalau hal itu terjadi kepada kita bagaimana perasaannya. Jadi mari lebih berpikir panjang, dan ingat yang terpenting bahwa sekecil apapun yang kita lakukan kelak akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat," papar Yade.
