Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Hiburan, Budaya dan Seni

Kisah Menarik di Balik D'Kross, Band Legendaris Bentukan Wartawan dan Pegawai Pemkot Malang

Penulis : Imarotul Izzah - Editor : Heryanto

21 - Sep - 2018, 01:49

Placeholder
Para personel D'Kross saat berada di studio tempat mereka berlatih dan menelurkan karya-karyanya (Foto : Igoy/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Ayo!

Ayo Arema

Sore ini kita harus menang

Penggalan lirik lagu itulah yang bertahun-tahun turut andil menjadi pembakar semangat Arema. Lagu berjudul Sore Ini dinyanyikan oleh grup band legendaris Kota Malang d'Kross.

Lagu ini tentu sudah tak asing lagi di telinga masyarakat Kota Malang. Sejak 2007 hingga saat ini, terhitung 6 album sudah dirilis. Lagu-lagunya sudah sangat menyatu di hati Aremania.

Baca Juga : Didi Kempot Gelar Konser Amal dari Rumah, Hanya 3 Jam Donasi Capai Rp 5,3 Milliar

Siapa sangka kalau band yang memiliki markas di Jalan Terusan Kayan Bunul ini terbentuk dari kumpulan wartawan dan pegawai pemerintah kota Malang.

Personelnya terus menerus berganti. Formasi awalnya yaitu Ade sebagai vokalis disokong Dio sebagai (gitaris dan vokal), Michael (gitaris), Adet (gitaria), Tria (bassis), dan Yudha (drummer). Sedangkan formasi saat ini yaitu Randy (drummer), Ari (bassis), Pendik Roll (gitaris), Giplo (gitaris) dan Tiwus (vokalis).

"Band ini terbentuk dari sekumpulan teman-teman wartawan dan para pegawai Pemkot Malang yang nge-band untuk menyalurkan hobi bermusiknya. Mereka latihan latihan sendiri di satu studio yang pada saat itu di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Malang," ungkap Yudi, Manager Grup Band d'Kross.

Karya-karya d'Kross awalnya berasal dari kegelisahan Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Malang Ir. H. Ade Herawanto, MT, yang juga mantan vokalis d’Kross, melihat fenomena suporter Aremania yang begitu antusias mendukung kesebelasan Arema.

Dari kegelisahan itulah Ade membuat lagu-lagu yang berasal dari yel-yel di stadion untuk diaransemen dan dijadikan lagu utuh. Dari situ muncul lagu berjudul Bhumi Arema.

Sembilan lagu lain kemudian tercipta. Ada yang hasil aransemen, ada murni ciptaan d'Kross. 10 lagu itu masuk ke dalam album pertama yang bernama Bhumi Arema.

Saat ini, d'Kross sudah memiliki 6 album. Album pertama bernama Bhumi Arema, kedua yaitu Indonesia Damai, ketiga d’Krossari, keempat Sholawat d'Kross, kelima Hitam Putih, dan yang terakhir yaitu Kembali Berpesta.

Uniknya, genre music dari masing-masing album berbeda. Bhumi Arema bergenre hard rock. Album Indonesia Damai lebih ke pop rock.

Baca Juga : SBY Persembahkan 'Cahaya Dalam Kegelapan', Lagu Bagi Para Pejuang Covid-19

Sedangkan musik di album d’Krossari meremiks ulang album Bhumi Arema dengan gaya musik Malangan yang cenderung bergenre campur sari.

Album Salawat juga tak kalah unik dengan suasana musik sholawatan. Berbeda lagi, album Hitam Putih mengusung genre Heavy Rock. Sedangkan, album Kembali Berpesta yang dirilis 10 Agustus 2017 kemarin bergenre punk dan ska.

"Genrenya memang selalu berubah karena d'Kross dinamis. Kalau dikatakan genrenya d'Kross apa ya d'Kross. d'Kross punya genre sendiri," terang Yudi.

Yudi menyatakan, kira-kira tahun ini atau tahun depan rencananya d'Kross akan membuat rekaman baru lagi dengan genre yang lain lagi. "Kita lihat feelingnya teman-teman nanti bagaimana (perihal genre)," imbuhnya.

Dari karya-karya d'Kross, pesan yang disampaikan adalah pesan perdamaian. Tak jauh dari persahabatan dan loyalitas. "Yang penting adalah salamnya yang harus kita junjung tinggi yaitu Salam Satu Jiwa Arema," ujar Yudi mantap.

Ditemui di markas d'Kross, Yudi dan para personil d'Kross sempat bernostalgia mengenang masa lalu. Lima tahun yang lalu, d'Kross manggung di Kalimantan Selatan dengan penonton yang tak lebih dari 50 orang selepas hujan deras.

"Pada saat itu panitia belum siap. Memang setelah hujan lebat dan penonton sepi. Yang nonton tidak ada 50 orang padahal venuenya sangat besar. Karena profesionalisme maka d'Kross harus main dan tetap semangat karena sudah diundang teman-teman Arema," kenang Yudi.

 


Topik

Hiburan, Budaya dan Seni D'Kross Band-Legendaris grup-band-legendaris-Kota-Malang-d'Kross



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Imarotul Izzah

Editor

Heryanto