Mantan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. (Video capture instagram @aniyudhoyono).
Mantan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. (Video capture instagram @aniyudhoyono).

MALANGTIMES - Wabah pandemi Covid-19 yang terus meluas ke berbagai negara termasuk di Indonesia menjadi perhatian semua pihak. Berbagai langkah pencegahan penyebaran virus juga telah dilakukan dengan sistem pembatasan sosial.

Bahkan, beberapa daerah juga telah menerapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 tersebut.

Bentuk-bentuk apresiasi ditunjukkan mulai dari publik figur hingga tokoh-tokoh penting untuk menyemangati para pejuang garda terdepan perlawanan virus tersebut.

Salah satunya, mantan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Kepeduliaannya dan kecemasannya sebagai warga negara dan apresiasinya bagi pejuang garda terdepan ia tunjukkan melalui sebuah lagu.

Ia secara khusus menciptakan lagu 'Cahaya Dalam Kegelapan' yang diunggahnya melalui akun instagram istrinya @aniyudhoyono, hari ini (Jumat, 10/4/2020). Dalam video berdurasi kurang lebih 6 menit, ia menyampaikan kegelisahan atas Covid-19 ini.

 

Baca Juga : Didi Kempot Gelar Konser Amal dari Rumah, Hanya 3 Jam Donasi Capai Rp 5,3 Milliar

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Krisis pandemi korona yang melanda dunia, termasuk negeri kita, telah menghadirkan kegamangan dan kecemasan dalam hidup kita. Duka dan kepedihan hati ada di mana-mana, ketika orang yang dicintainya dipanggil Sang Pencipta. Seperti duka dan kegelapan yang saya rasakan ketika kehilangan belahan jiwa beberapa saat yang lalu. Melalui tembang yang saya ciptakan ini, “Cahaya Dalam Kegelapan”, saya ingin berbagi rasa, semangat dan harapan. Insya Allah, ada hari esok yang cerah. Badai pasti berlalu. Lagu ini saya persembahkan kepada rakyat Indonesia tercinta, terutama yang tengah bergulat dan berjuang di garis depan ~ para pasien serta para dokter dan perawat. Semoga Tuhan Yang Maha Pengasih lagi Penyayang, melindungi dan menyelamatkan para pejuang kemanusiaan, dan kita semua. Mari kita terus bersatu, berbagi dan berikhtiar bersama melawan Covid-19 ini. Dengan pertolongan Tuhan kita bisa. Indonesia Bisa. *SBY* -- Translation: The corona pandemic crisis that has swept the world, including our country, has brought uncertainty and anxiety into our lives. Griefs and heartaches are everywhere when people they love are passing away. Like the sorrow and darkness that I felt when I lost my soulmate just a moment ago. Through this song that I wrote, "Light in Darkness", I want to share my feelings, passion, and hope. God willing, there is a bright tomorrow. Every cloud has a silver lining. I offer this song to my beloved Indonesian people, especially those who are struggling and fighting on the front lines ~ the patients and the doctors as well as nurses. May the most loving God be merciful, protect and save these fighters of humanity, and all of us. Let us continue to unite, share and endeavor together against Covid-19. With God's help, we can. Yes Indonesia Can. *SBY*

Sebuah kiriman dibagikan oleh Ani Yudhoyono In Memoriam (@aniyudhoyono) pada

 


"Kita cemas, pemerintah dan bangsa-bangsa lain juga cemas karena badai korona terus menerjang dunia tanpa ampun, tanpa batas. Saya kerap menyaksikan tayangan televisi, mereka-mereka yang tergeletak di rumah sakit atau tangis-tangis yang pecah di malam hening karena kehilangan orang-orang yang sangat dicintainya," ungkapnya.

Karena itulah, lagu ciptaannya ini dibuat. Berharap melalui lagu ini, masyarakat baik di Indonesia maupun dunia tidak kehilangan harapan untuk terus menjalani kehidupan.

"Sebagai warga dunia saya cemas kalau manusia kehilangan harapan seolah buminya makin gelap tanpa cahaya. untuk itu semua lah saya ciptakan lagu ini, ini lagu rakyat lagu kita semua," imbuhnya.

Dalam video klip yang dibuat oleh ivan Bandhito serta aransement musik oleh Tohoati ini, rupanya lagu ciptaannya tidak dinyanyikan sendiri. Melainkan, dilantunkan oleh musisi-musisi Indonesia. Seperti, Joy Tobing, Sandhy Sandoro, Yuni Shara, Ario Wahab, Ita Purnama Sari, Lala Karmela, Andy RIF, Irang Perdana.

Lagu ini, juga ia persembahkan secara khusus bagi orang-orang yang telah lanjut usia. Sebab, sebagai lansia ia menyadari memang menjadi salah satu yang rentan terpapar virus. Dengan lagu ini ia berharap bisa saling menguatkan.

"lagu ini juga saya persembahkan kepada para sahabat yang tergolong lanjut usia seperti saya kita tahu bahwa usia seperti inilah yang rawan terhadap virus Corona Mari kita saling menguatkan semangat dan harapan kita terima kasih," ungkapnya.

Tak hanya itu, dalam caption ia menuliskan pesan semangat bagi para pejuang garda terdepan seperti petugas medis yang melakukan penanganan Covid-19.

"Melalui tembang yang saya ciptakan ini, 'Cahaya Dalam Kegelapan', saya ingin berbagi rasa, semangat dan harapan. Insya Allah, ada hari esok yang cerah. Badai pasti berlalu.
Lagu ini saya persembahkan kepada rakyat Indonesia tercinta, terutama yang tengah bergulat dan berjuang di garis depan ~ para pasien serta para dokter dan perawat," tulisnya.

Sejak diposting sekitar 5 jam yang lalu dari berita ini ditulis, banyak komentar yang membanjiri unggahan tersebut. Kebanyakan dari mereka, lagu yang dibuat SBY ini sangat menginspirasi dan membuat semangat setiap orang dalam menghadapi pandemi Covid-19.

"Bagus sekali Bapak lagunya. Liriknya menggugah hati, untuk ingat kepada sesama, bahwa dalam situasi krisis akibat korona kita perlu berbagi kepada sesama yang terpaksa kehilangan lapangan pekerjaan, mata pencaharian dan masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari. Semoga pandemi ini segera berakhir, karena kita yakin dibalik itu semua Tuhan juga tersenyum taburkan berkat kepada hamba-hambanya yang penuh kasih," tulis @romadonesia.