MALANGTIMES - Selama ini jagongan atau nongkrong identik dengan hal negatif. Apalagi kalau dilakukan oleh Aparat Sipil Negara (ASN), maka paradigma tersebut saatnya dirubah. 

Tidak semua aktivitas jagongan akan menghasilkan sesuatu yang negatif. Bahkan,  bisa dimungkinkan melalui aktivitas kumpul-kumpul santai tersebut,  terlahir berbagai ide dan karya yang memiliki manfaat besar bagi khalayak banyak. 

Begitulah pesan yang disampaikan Bupati Malang Dr H Rendra Kresna kepada 800 ASN dari unsur pendidikan dan kesehatan di Kabupaten Malang dalam acara pembinaan di Kecamatan Jabung,  Kamis (6/9/2018). 

Rendra melanjutkan,  untuk menumbuhkuatkan konsolidasi maupun koordinasi bagi ASN yang outputnya adalah kinerja maksimal melayani masyarakat. Serta lahirnya berbagai inovasi-inovasi yang akan mempermudah tugas keseharian pendidik dan tenaga kesehatan. Tidak hanya dijalankan atau dilakukan secara formal kedinasan saja. 

"Tapi melalui jagongan atau nongkrong santai bersama-sama juga bisa dilakukan. Asalkan jagongannya yang produktif dan punya nilai tambah bagi pertemuan tersebut," kata Rendra, Kamis (6/9/2018) kepada tenaga kesehatan,  guru serta UPT di Kecamatan Jabung. 

Jagongan bisa dijadikan alternatif ruang atau wadah untuk mewujudkan kekompakan, komunikasi serta konsolidasi secara cair bagi para ASN. Asalkan,  jagongan tersebut benar-benar untuk sebuah kepentingan organisasi atau kedinasan yang tidak bisa lepas dari konsolidasi dan koordinasi. 

Karena,  ucap Rendra, sebuah organisasi apapun namanya tidak akan bisa maju,  tanpa adanya dua unsur tersebut. Unsur penguat dalam berorganisasi itu bisa dicapai baik secara formal kedinasan maupun informal,  seperti jagongan. 

"Asalkan lagi jagongan itu memang untuk membicarakan hal-hal positif. Bukan untuk ngerumpi, rasan-rasan negatif, misalnya. Jadi jangan negatif thinking terhadap orang jagongan," ujar Ketua DPW Partai NasDem Jatim. 

Pernyataan orang nomor satu di Kabupaten Malang tersebut,  juga didasarkan pada sifat dari koordinasi dan konsolidasi itu sendiri. Dimana dua unsur tersebut harus bisa dilaksanakan sepanjang waktu tanpa mengenal tempat, kondisi dan situasi. 

Selain menyampaikan pentingnya konsolidasi dan koordinasi, bahkan bila perlu dilakukan dengan cara jagongan,  Rendra juga mengingatkan kepada seluruh ASN untuk tetap menjaga berbagai aturan yang mengikatnya selama bertugas. 

Sehingga, nantinya para ASN khususnya di dinas pendidikan dan kesehatan yang notabene memiliki petugas terbanyak di organisasi perangkat daerah (OPD), tidak mengalami berbagai persoalan yang merugikan diri pribadi,  institusi maupun pemerintahan daerah itu sendiri. 

"Melalui acara pembinaan inilah salah satunya saya tekankan hal ini. Karena saya memiliki kewajiban kepada ASN untuk tetap berjalan di rel yang telah ditentukan," tegas Rendra. 

Dalam kesempatan yang sama, Rendra pun menyampaikan bantuan sosial kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan keberadaan pemerintah di tengah-tengah masyarakat.