Kepala Dinsos-P3AP2KB Penni Indriani (foto dok MalangTIMES)
Kepala Dinsos-P3AP2KB Penni Indriani (foto dok MalangTIMES)

MALANGTIMES - Wabah Covid-19 membuat perekonomian di Kota Malang setidaknya mengalami kemacetan dalam beberapa minggu terakhir. Hal tersebut membuat roda ekonomi masyarakat juga ikut seret alias minim penghasilan. Padahal, Kota Malang adalah daerah yang sangat pesat perekonomiannya karena dikelilingi kampus baik negeri maupun swasta.

Baca Juga : Hari Ini, Pemkot Malang Luncurkan Bansos Tahap Awal bagi Warga Terdampak Covid-19

Jika perekonomian di Kota Malang turun, secara otomatis masyarakat yang dikategorikan miskin sangat terimbas meski tidak terlihat secara langsung. Karena itu Dinas Sosial dan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kota MalangĀ sebagai OPD yang menaungi masyarakat miskin memberikan bantuan karena imbas Covid-19 yang merajalela saat ini. Bantuan yang akan disalurkan kepada 1.666 warga miskin yang terimbas Covid-19.

Baca Juga : Jokowi Minta Pemda Pangkas Belanja yang Tidak Prioritas untuk Penanganan Covid-19

"Saat ini yang sudah fix itu 1666. Dan Dinsos-P3AP2KB fokusnya untuk orang yang benar-benar miskin, tentunya melalui proses verifikasi lewat Pusat Kesejaheraan SosialĀ (puskesos) di wilayah setempat," ujar Penni Indriani, Kepala Dinsos-P3AP2KB.

Sementara itu, Peny mengaku bahwa angka 1666 itu bukanlah angka terakhir untuk menyalurkan bantuan, karena pihaknya saat ini masih terus mendata dan menyaring masyarakat yang membutuhkan bantuan.

Baca Juga : Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Batu Sudah Cair, Berikut Jadwal dan Lokasi Tokonya

"Dari puskesos sudah mengirim data lagi. Yang pasti angka (1666) itu akan kami luncurkan dulu bantuannya kemudian baru angka selanjutnya. Saat ini masih banyak warga yang harus saya saring lagi untuk mendapatkan bantuan," papar Penni.