MALANGTIMES - Dua agenda rutin bertaraf internasional rutin digelar di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Nasrani Sukun setiap tahunnya. Agenda tersebut adalah Upacara Penghormatan atau ziarah yang digelar warga asli Jepang dan juga kegiatan Misa Arwah yang digelar oleh mereka yang beragama kristen dengan jumlah peserta mencapai ribuan dari berbagai daerah.
Baca Juga : Warga Terdampak Covid-19 di Kabupaten Malang, Bakal Dapat Pasokan Makanan Dapur Keliling
Melihat itu, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPU Disperkim Kota Malang, Takroni Akbar mengungkapkan, kedepan, akan diupayakan untuk lebih mengkonsep kedua agenda bertaraf internasional tersebut karena berpotensi menjadi destinasi wisata yang bisa mendatangkan banyak wisatawan.
"Saya memang ingin ini dikonsep lebih bagus. Namun tentunya bukan mengubah konsep dari dua acara besar tersebut, di sini lebih bagaimana memanfaatkan kegiatan yang mempunyai nilai daya tarik tersebut untuk menjadi satu budaya yang bisa dilihat masyarakat luas. Entah nantinya dengan promosi atau perbaikan fasilitas pendukung untuk itu, sehingga menarik masyarakat," bebernya usai mendampingi ziarah warga Jepang.
Lanjutnya, terkait hal tersebut, pembahasan dengan pihak yang lebih tinggi dalam hal ini, Pemkot Malang, belum pernah melakukan pembahasan. Maka dari itu, kedepan pihaknya merencanakan untuk menyampaikan kegiatan yang punya potensi besar tersebut ke kalangan eksekutif.
"Pembahasan dengan Pemkot belum. Sebenarnya di sini memang mempunyai potensi besar dan bertaraf internasional. Apalagi dua kegiatan tersebut juga mengandung nilai pendidikan yang bagus. Begitu juga dalam kegiatan Misa Arwah yang juga menjadi kegiatan yang banyak diambil sisi positifnya.
Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Salurkan Bantuan bagi 1.666 Warga Miskin
Misalkan saja dalam kegiatan ziarah Jepang, rasa nasionalisme mereka begitu besar. Buktinya dalam lingkup kecil saja, mereka tetap khidmad melakukan penghormatan terhadap leluhur mereka yang meninggal di Malang. Sehingga ini jadi pendidikan yang bagus bagi masyarakat," bebernya.
Dijelaskan lebih lanjut, di sisi lain, TPU Nasrani Sukun juga merupakan TPU tertua dari sembilan TPU yang dikelola oleh Pemkot. Tak hanya itu, di sini juga banyak dimakamkan para pendiri maupuun tokoh yang pernah berpengaruh, seperti Dr Lavallete yang merupakan pendiri rumah sakit Lavallete Malang.
"Tak hanya makam Dr Lavallete, sebenarnya mungkin banyak makam tokoh yang belum terungkap, apalagi di sini juga banyak makam Belanda yang mungkin saja merupakan makam seorang tokoh dahulunya. Di sini situs-situs sejarahnya kan juga ada, maka sayang kalau tidak dikembangan menjadi potensi wisata," pungkas Takroni.
