Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Pemerintahan

Angkat Tema Koboi, Stan Kecamatan Sumawe Diserbu Pengunjung

Penulis : Ashaq Lupito - Editor : A Yahya

26 - Aug - 2018, 15:02

Placeholder
Kadis Diskominfo Nasar Selian HT, Kadis PPPA Prihadi Waskito, dan Kepala DPKPCK Wahyu Hidayat saat berkunjung pada stan Kecamatan Sumawe di stadion kanjuruhan, Kepanjen (Foto : Nana/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Hembusan angin sepoi-sepoi di atas lantai beralasakan jerami, dan barista ala Koboi siap menyambut setiap pengunjung di salah satu stan Expo Pembangunan 2018 Kabupaten Malang.

Ya, itulah sensasi yang bisa dirasakan di stan milik Kecamatan Sumbermanjing Wetan (sumawe). HalHitu juga dirasakan wartawan MalangTIMES saat mengunjungi stan ini. Begitu masuk stan, kopi robusta yang dihasilkan dari kebun kopi Sumawe ini sudah siap dihidangkan.

Baca Juga : Pemudik yang Terindikasi Covid-19 di Kabupaten Malang Bakal Dibawa ke Safe House

Camat Sumawe Agus Harianto mengaku sengaja mendekorasi stan menjadi coffee country. Alhasil terobosan ini terbukti mujarab. Banyak pengunjung berjubel di dalam stan untuk menikmati segelas kopi robusta khas Sumawe. “Selama ini kebanyakan orang hanya mengenal kopi dampit, padahal sumawe juga memasok sebagian hasil kopinya kesana (dampit. Red),” terang Agus saat ditemui di wartawan.

Agus menambahkan, minimnya akses distribusi membuat petani kopi asal Sumawe, kesulitan untuk menjual ke pasaran. Hal ini yang mendasari para petani untuk mendistribusikan kopi ke Dampit. Dengan adanya gelaran Expo Pembangunan 2018 ini, harapannya bisa mengenalkan kopi khas sumawe ke masyarakat. “Banyaknya wisatawan yang melintasi Kecamatan Sumawe saat wisata ke pantai, bisa dijadikan potensi untuk mengenalkan apa yang kami miliki ke pasaran,” tutur agus.

Ditemui di saat bersamaan, ketua umum paguyuban kelompok petani kopi kecamatan sumawe, Sakri membenarkan jika kopi khas sumawe bisa menjadi petensi daerah. Selain aktif memberikan penyuluhan kepada anggotanya, paguyuban yang beranggotakan sekitar 150 orang ini juga memberikan edukasi kepada masyarakat. “Biasanya setiap pertemuan kami menyempatkan diri untuk berbagi ke setiap anggota maupun masyarakat. Dengan rutinitas ini, kami berharap bisa menunjang kualitas dan kuantitas di Kecamaan Sumawe,” tegas Sakri.

Dia menambahkan, tidak hanya robusta. Kopi jenis excelsa juga terdapat di Kecamatan Sumawe. Soal rasa tidak perlu diragukan, sebab ada dua proses yang perlu dijalani untuk menciptakan cita rasa kopi yang berkualitas. Yakni proses honey dan natural. Pada proses Honey misalnya, para petani harus melakukan proses panjang untuk menghasilkan biji kopi berkualitas. Mulai dari merendam dalam air, memisahkan biji kopi dari kulitnya, hingga proses penjemuran yang memakan waktu empat hari di bawah terik matahari. “Meski sudah kering, biji kopi akan disimpan dalam wadah tertutup selama tiga bulan. Ini yang membuat kopi khas sumawe memiliki cita rasa yang berbeda dengan kopi pada umumnya,” imbuh Sakri.

Baca Juga : Ketatkan Pengawasan, Forkopimda Kabupaten Malang Bergerilya di Posko Check Point

Rasanya kurang afdol jika tidak membahas penyajiannya. Peracik kopi asli Kecamatan Sumawe Mustaqim mengaku jika keahlian saja tidak cukup untuk menghasilkan kopi yang nikmat. Penjiwaan dan penghayatan juga mengambil peran penting untuk menghasilkan cita rasa kopi yang nikmat. “Kopi racikan yang saya buat lebih kental dari kopi yang dijual di tempat lain, ini yang menjadi nilai jual dan kelebihan dari kopi robusta khas Sumawe ini,” pungkasnya.


Topik

Pemerintahan kopi-Sumawe Expo-Pembangunan-2018



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Ashaq Lupito

Editor

A Yahya