Bupati Malang HM. Sanusi saat memantau persiapan mobil ambulans untuk mengangkut para pemudik yang terindikasi covid-19. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Bupati Malang HM. Sanusi saat memantau persiapan mobil ambulans untuk mengangkut para pemudik yang terindikasi covid-19. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Jika mengacu pada kalender Masehi, Hari Raya Idul Fitri bakal jatuh pada 23-24 Mei 2020. Artinya, dalam kurun waktu dua minggu mendatang, umat muslim di tanah air bakal menyambut bulan Ramadan.

Namun, di tengah pagebluk corona atau covid-19, pemerintah harus mempersiapkan diri untuk mengantisipasi mewabahnya virus covid-19 saat memasuki arus mudik Lebaran. Termasuk Pemkab Malang. 

Baca Juga : Bantuan Pangan Non Tunai di Kota Batu Sudah Cair, Berikut Jadwal dan Lokasi Tokonya

”Pemerintah Kabupaten Malang bersama Forkopimda (Forum Koordinasi Pimpinan Daerah) Kabupaten Malang sudah menyiapkan safe house yang tersebar di wilayah Kabupaten Malang,” ucap Bupati Malang HM. Sanusi, yang didampingi  Forkopimda Kabupaten Malang, dalam agenda gelar apel kesiapan posko check point mudik terpadu pencegahan covid-19, Sabtu (11/4/2020).

Pada kesempatan itu, juga dibahas keberadaan safe house yang disiagakan di 33 kecamatan di Kabupaten Malang. ”Kami sudah menginstruksikan kepada camat dan jajaran muspika di masing-masing kecamatan untuk menyiapkan safe house. Tujuannya untuk menjadi tempat isolasi selama kurang lebih 14 hari bagi para pemudik yang terindikasi covid-19,” ucap Sanusi.

Hingga saat ini, terpantau sudah ada enam titik perbatasan di Kabupaten Malang yang dijadikan lokasi check point. Rinciannya di kawasan Bakpau Telo di Kecamatan Lawang. Kemudian dua titik lainnya terdapat di akses keluar masuk jalan tol di Kecamatan Singosari dan exit tol Lawang.

Sedangkan tiga check point sisanya tersebar di kawasan Malang Selatan. Yakni di Kecamatan Sumberpucung, tepatnya di perbatasan Kabupaten Malang dengan Kabupaten Blitar. Kemudian di kawasan Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampelgading, yang menjadi daerah perbatasan antara Kabupaten Malang dengan Kabupaten Lumajang.

Sedangkan check point yang terakhir disiagakan di kawasan Pelabuhan Ikan Sendang Biru yang terletak di Kecamatan Sumawe (Sumbermanjing Wetan).

”Pemudik yang memiliki indikasi covid-19 akan dibawa menggunakan mobil ambulans untuk menuju ke tempat safe house,” ujar Sanusi.

Kapolres Malang AKBP Hendri Umar menambahkan, pemudik yang tiba di kawasan check point akan langsung menjalani pemeriksaan medis. Salah satunya adalah pengecekan suhu tubuh.

Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan awal, para pemudik juga akan diarahkan untuk mengisi blangko yang sudah disediakan Dinkes (Dinas Kesehatan) Kabupaten Malang.

Baca Juga : Tangkal Covid, Pemkab Malang Sediakan Safe House di Seluruh Desa

”Dalam pendataan tersebut, para pemudik akan menjawab beberapa pertanyaan seperti tujuannya (mudik ke mana), kemudian dari mana, dan apakah memiliki riwayat penyakit atau bahkan sedang dalam kondisi sakit pada kurun waktu antara 2 hingga 3 minggu sebelum mudik,” ucap kapolres Malang.

Jika dalam serangkaian pemeriksaan dan pengisian blangko tersebut dirasa aman, maka para pemudik dipersilakan melanjutkan perjalanannya ke kampung halaman masing-masing.

”Tentunya bagi pemudik yang sehat akan tetap kami sarankan agar tidak terlalu banyak beraktivitas di luar rumah. Selain itu, kondisi kesehatannya akan terus kami pantau,” sambung kapolres.

Berbeda cerita jika ada pemudik yang kedapatan terindikasi covid-19. Sesuai prosedur, para pemudik tersebut akan segera diangkut menggunakan mobil ambulans untuk dibawa ke safe house.

”Di sana sudah kami siapkan ruang khusus untuk observasi lanjutan yang akan dilakukan oleh petugas kesehatan dari check point ini,” ungkap kapolres Malang.