MALANGTIMES - Kabupaten Malang telah lama dikenal sebagai kota kelinci. Julukan yang disematkan tersebut dikarenakan warganya cukup banyak juga yang beternak makhluk berkuping panjang menggemaskan ini.
Baca Juga : Warga Terdampak Covid-19 di Kabupaten Malang, Bakal Dapat Pasokan Makanan Dapur Keliling
Data dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Malang tahun 2017 lalu, tercatat ada sekitar 730 peternak kelinci dan dimungkinkan terus bertambah di tahun ini.
Hal ini didasarkan pada pengawalan serta bantuan DPKH yang dilakukan secara rutin setiap tahunnya kepada para peternak kelinci. Misalnya, hibah kelinci setiap tahunnya mengalami peningkatan jumlah sekitar 1.000 ekor. Kini hibah kelinci kepada peternak telah mencapai sekitar 60 ribu lebih di berbagai wilayah.
Bantuan tersebut telah membuat Singosari, Lawang. dan beberapa wilayah lainnya berhasil menancapkan dirinya menjadi sentra kelinci. Kini, wilayah Gondanglegi mulai dipersiapkan untuk menjadi bagian dari sentra kelinci di Kabupaten Malang.
"Kita berharap Gondanglegi juga akan menjadi sentra kelinci ke depannya. Kami yakin bisa dilakukan oleh warganya. Sehingga akan semakin memperkuat julukan kota kelinci yang sejak tahun 2013 disematkan ini," kata Nurcahyo Kepala Dinas PKH Kabupaten Malang, Jumat (3/8/2018) kepada MalangTIMES.
Untuk menstimulus warga Gondanglegi, Pemkab Malang dalam suatu acara di salah satu desa memberikan bantuan 40 ekor kelinci indukan.
Bantuan kelinci tersebut juga dalam upaya meningkatkan pendapatan masyarakat Gondanglegi yang mayoritas bercocok tanaman tebu. Dengan adanya stimulus tersebut, diharapkan akan muncul kekuatan ekonomi baru melalui terbak kelinci.
Baca Juga : Dinsos-P3AP2KB Salurkan Bantuan bagi 1.666 Warga Miskin
Nurcahyo menjelaskan, kebutuhan pasar daging kelinci sebanyak 20 ton setiap bulannya. Kebutuhan pasar tersebut masih belum bisa dipenuhi oleh peternak kelinci di Kabupaten Malang. Selain itu harga daging kelinci di pasaran juga terbilang tinggi, yaitu kisaran Rp 60 ribu per kilogram nya.
"Artinya ini bisnis yang memiliki prospek baik bagi masyarakat. Karena itu kita terus mengawal peternak kelinci sebagai wujud melaksanakan program pengentasan kemiskinan," ujar mantan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malang.
Banyak manfaat beternak kelinci yang beberapa waktu lalu disampaikan oleh Direktorat Jenderal (Dirjen) Prasarana Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Selain sebagai daging konsumsi yang mengadung protein hewani tinggi juga air seni dan kotorannya bisa dijadikan pupuk alami.
Berbagai manfaat ekonomis dari hewan imut ini, apabila dioptimalkan penanganannya akan menjadi kekuatan ekonomi besar bagi masyarakat. Selain tentunya akan semakin mengukuhkan Kabupaten Malang sebagai kota kelinci yang jadi percontohan nasional.
Kini, Gondanglegi mulai dipersiapkan menjadi wilayah ternak kelinci untuk memperkuat wilayah lainnya yang telah dikenal di berbagai daerah bahkan luar negeri.
