Saat ini, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang, masih mengalami kendala untuk melakukan pendeteksian para pemakai pil koplo khususnya di kalangan pelajar di Kota Malang.
Baca Juga : Polisi Akui Kejahatan Jalanan Kota Malang Meningkat Usai Program Asimilasi
Pasalnya, test kit yang ada selama ini hanyalah test kit untuk pengguna narkotika. Sehingga jika BNN melakukan tes narkotika terhadap seseorang, meskipun mereka pemakai pil koplo, zat yang terkandung dalam pil koplo tersebut tidak akan terdeteksi.
"Kalau tetap dilakukan tes urine pakai test kit narkotika, ya sia-sia saja, ngak bisa terdeteksi. Maka dari itu diperlukan test kit khusus pil koplo," ungkapnya kepada MalangTIMES (3/7/2018).
Lanjut Bambang, test kit pil koplo tersebut memang begitu diperlukan. Pasalnya kalangan pelajar khususnya di Kota Malang, begitu rentan terkena jerat narkoba seperti pil koplo.
Obat-obat terlarang seperti pil koplo, bisa didapat dengan mudah dan dengan harga yang sangat terjangkau. Akibat harga murah itu, menarik para pelajar untuk membeli pil koplo karena mereka tidak mampu membeli narkoba seperti sabu ataupun ganja.
"Para bandar ini sudah tau segmentasi pasar yang gampang, yakni para pelajar. Mereka tahu kekuatan mereka untuk membeli. Bayangkan cuma Rp 10 ribu saja sudah dapat delapan butir, ini kan sangat terjangkau sehingga para pelajar dengan mudah untuk membeli," jelasnya.
Baca Juga : Jambret Mulai Marak, Korbannya Para Ibu yang Sedang Belanja
MALANG TIMES -Sehingga dengan harga yang terjangkau, peredaran pil koplopun sudah mencapai jutaan. Seperti temuan di Surabaya ada sekitar 4 juta pil koplo beberapa waktu yang lalu.
"Nah setelah pendalaman selama empat tahun, jika ditotal, ada sekitar 400 juta pil koplo yang tersebar, sehingga hal ini mengkhawatirkan sekali," paparnya.
Maka dari itu, karena selama ini belum ada pihak yang membuat test kit pil koplo, ia berharap ada pihak yang membuat test kit untuk pendeteksian pil koplo yang sudah menyebar ke berbagai kalangan.
"Namun rencananya kamai akan bekerjasama dengan Universitas Brawijaya (UB) untuk membuat test kit pil koplo tersebut. Ini sebenarnya juga merupakan lahan bisnis. Pasar saat ini masih fokus pada test kit narkotika," pungkasnya.
