MALANGTIMES - Menurunnya jumlah Sekolah Sepak bola (SSB) di Kota Batu, menjadi perhatian serius dari para pecinta bola, terutama PSSI Kota Batu. Awalnya, jumlah SSB di Kota Batu sebanyak 21 SSB. Saat ini sudah menurun menjadi 12 SSB.
"Awalnya ada 21 SSB, sekarang tinggal 12 SSB," jelas Muhajir, Wakil ketua Asosiasi Kota Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Kota Batu, Senin (10/8/2015).
Baca Juga : Kontroversi, Prestasi, hingga Mundurnya Ratu Tisha dari Sekjen PSSI
Menurut Muhajir keadaan geografis dan budaya lemahnya cinta sepak bola, sangat mempengaruhi menurunnya jumlah SSB di Kota Batu. "Batu beda dengan Kota Malang. Di sini, provokasi dari muatan lokal berupa budaya lebih banter," aku Muhajir kepada MALANGTIMES( TIMES INDONESIA NETWORK).
Kegiatan kebudayaan, menurut Muhajir lebih diminati dibanding olahraga, termasuk sepak bola. "Pelatih SSB sambatnya seperti itu. Jadi kita masih mencari solusinya," ujar pria yang populer dipanggi Hajir itu.
Askot PSSI Kota Batu bersama Paguyuban Sekolah Sepakbola Kota Wisata Batu (PASS KWB) sedang memikirkan untuk mengembangkan pembinaan sepakbola melalui SSB ke wilayah barat dan barat dan timur Kota Batu.
"Kita sedang berpikir apakah Pujon dan Ngantang akan kita akomodir, atau wilayah timur seperti Karangploso," katanya.
Baca Juga : Libur Karena Covid-19, Kiper Persita Mulai Bosan
Askot PSSI Kota Batu bersama stakeholder terkait akan mencari formula yang tepat guna mendorong minat anak-anak di olahraga sepakbola. "Meski belum menjadi keputusan, kita berencana adakan gebyar turnamen SSB se-Malang Raya, lalu meningkat hingga skala nasional," jelas Hajir. (*)
