Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Panglima TNI: Saya Ini Anak Penjual Rujak dan Hobi Mancing Belut

Penulis : Imam Syafii - Editor : Sri Kurnia Mahiruni

31 - Jan - 2018, 03:07

Placeholder
Bupati Malang Dr H Rendra Kresna (kiri) menyambut hangat kedatangan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kanan) di Pendapa Agung Kabupaten Malang. (foto : Imam Syafii/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Jangan bayangkan panglima TNI selalu bicara soal ketahanan negara dalam kegiatan formal. Pengalaman masa kecil yang menarik pun tidak luput dari paparan panglima TNI.

Baca Juga : Dosen UM yang Sempat Positif Covid-19, Sudah Diperbolehkan Meninggalkan Rumah Sakit

Itu pula yang terjadi ketika Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berkunjung ke Malang. Di depan Bupati Malang Dr H Rendra Kresna, para pejabat, dan sejumlah tokoh yang menghadiri Silaturahmi Panglima TNI dengan Arek Malang di Pendapa Agung Kabupaten Malang Selasa siang 30 Januari 2018, Hadi bercerita  bahwa dirinya anak seorang tukang rujak dan hobi memancing belut.

Menurut Hadi, masa-masa sulit dilalui saat dia kecil. Pasalnya, dia dari keluarga sederhana. Meski ayahnya, Bambang Sudarto, seorang anggota TNI AU dengan pangkat sersan, ibunya, Nur Sa'adah, seorang penjual rujak.

"Saya bisa berdiri di pendapa ini merupakan sesuatu yang tak pernah saya bayangkan. Saya bangga, merasa bangga sekali karena saya dilahirkan dari keluarga seorang penjual rujak dengan kehidupan yang sederhana," kata panglima asal Singosari untuk memberikan motivasi dan semangat bagi generasi muda.

Hadi adalah anak pertama dari lima bersaudara. Sebagai anak pertama, dia kerap melakukan sesuatu yang membanggakan keluarganya. 

"Saya sering membantu ibu mencuci piring bekas orang beli rujak. Itu saya lakukan setiap pulang sekolah. Saya dulu juga suka sekali mancing belut di sawah Dengkol, Singosari," ungkap dia.

Hadi juga menuturkan bahwa keluarganya dulu banyak utang. Bahkan ibunya pernah menjual sepatu dinas bapaknya untuk dibelikan beras. "Itu semua sebagian perjalanan saya untuk meraih cita-cita setinggi-tingginya," tandasnya.

Baca Juga : Gegara Ahok Diskon BBM untuk Ojol, Said Didu dan Arsul Soni Malah 'Perang' di Twitter

Hadi menyampaikan, getirnya kehidupan semasa kecil hingga kini menjadi seorang panglima TNI menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarganya dan arek Malang. "Hidup ini bukan menjadikan saya sengsara. Tapi saya nikmati dan setiap permasalahan harus dipecahkan. Semoga perjalanan hidup saya ini mampu memberikan motivasi bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama warga di Kabupaten Malang," ujarnya.

Intinya, kata panglima, semua pengalaman yang dialaminya itu penuh dengan tantangan, tanggung jawab, dan kerja keras. Tapi hanya satu yang ditaruh dalam hatinya, yaitu menanamkan cita-cita. 

"Tamamkan cita-cita pada diri kaliam semua, terutama generasi penerus, sebagai generasi milenial. Sebab, cita-cita itu penting sekali. Kalau tidak punya cita-cita, pasti hidup kita tidak akan terarah," tandas dia.

Sebelum berkunjung ke Pendapa Agung Kabupaten Malang, Hadi mengunjungi kediaman orang tuanya di Singosari. Dilanjutkan pemaparan di markas Divisi Infanteri 2 Kostrad dan melakukan pertemuan dengan ulama di Ponpes An-Nur, Kecamatan Bululawang. (*)


Topik

Peristiwa malang berita-malang peristiwa-malang panglima-tni tni--au rendra-kresna



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Imam Syafii

Editor

Sri Kurnia Mahiruni