Jatim Times Network Logo
Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Peristiwa

Buang Sampah Masih Sembarangan, Imbauan Menggelitik Tertempel Dimana-mana

Penulis : Anggara Sudiongko - Editor : Lazuardi Firdaus

16 - Jan - 2018, 02:29

Placeholder
Papan imbauan di kawasan Karangbesuki Kota Malang (istimewa)

MALANGTIMES - Kebiasaan masyarakat dalam membuang sampah sembarangan di beberapa tempat di Kota Malang, rupanya membuat  geram warga sekitarnya. Kegeraman itu membuat masyarakat akhirnya menulis kata-kata imbauan yang cukup unik, bahkan kadang terkesan ngeri.

Seperti contohnya di kawasan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Di kawasan rerimbunan bambu dekat sungai, memang banyak masyarakat yang membuang sampah di kawasan tersebut, sehingga warga berinisiatif membuat imbauan yang unik.

Baca Juga : Quraish Shihab Tegaskan Wabah Covid-19 Bukan Azab Allah

"Ya Allah Ya Tuhan Kami, Cabutlah orang yang membuang sampah di sepanjang jalan ini. Azablah keseluruhan warganya, persulitlah segala urusannya. Jadikanlah keturunannya anak durhaka. Masukanlah ke neraka jahanam. Amien Al fatehah," tulis warga yang mengatasnamakan Kaderling Karangbesuki.

Selain itu, ada juga peringatan lucu yang dipasang di kawasan Jalan Sudimoro, Mojolangu, Lowokwaru, Kota Malang. Di kawasan tempat terpasang papan imbaun tersebut, tergambar sebuah gambar hantu luar negeri yang filmnyanya cukup tenar yakni Valak.

Dalam papan tulisan imbauan bersama foto hantu valak tersebut tertulis "Dilarang buang sampah di sini, setannya marah". Tulis dalam papan imbauan tersebut.

Selain itu, di tempat yang sama, juga terdapat satu lagi tulisan papan imbauan yang berdekatan dengan gambar valak. Dimana dalam papan imbauan tersebut tertulis "Awas buang sampah di sini didenda Rp 1.000.000".

Tulisan menggelitik itu, bahkan sempat diupload netizen ke media sosial yang juga banyak memantik komentar. Diupload oleh akun Arif Landung, foto dua papan peringatan tersebut diberikan diskripsi yang cukup lucu.

"Koyok e setan e wes nyerah, menungso wes gak wedi karo setan, malah setan e kemanungsan, mugo-mugo cara didendo duit iso garai menungso wedi. Menungso iku kan akeh-akeh wedi kelangan duit (Sepertinya setan sudah nyerah, manusia sudah tidak takut sama setan. Malah manusia setannya. Semoga dengan cara didenda, bisa membuat takut. Manusia kebanyakan kan takut kehilangan uang," jelasnya.

Baca Juga : Beda Aturan Luhut Vs Terawan Soal Ojol di Masa PSBB, Jokowi Diminta Turun Tangan

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Agoes Edy Potranto mengungkapkan, memang beberapa kalangan masyarakat masih ada yang belum sadar untuk membuang sampah pada tempatnya, namun pihak sangat mengapresiasi dengan masyarakat yang  juga aktif peduli terhadap lingkungan.

"Nah seperti itu memang bagus, masyarakat menunjukan kepeduliannya kepada lingkungan, agar tidak buang sampah sembarangan," jelasnya.

Namun harapannya masyarakat bisa membuat imbaun- imbauan yang tidak provokatif atau dengan kata-kata kasar. Sehingga lebih mengena kepada masyarakat. 

"Kan kalau dibuat dengan kata-kata kasar orang malah marah, dan malah tetap membuang sampah sembarangan. Sehingga harus dibuat dengan kata yang pas, unik namun mengena dan tidak kasar," pungkasnya.


Topik

Peristiwa Buang-Sampah-Sembarangan Kota-Malang



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Anggara Sudiongko

Editor

Lazuardi Firdaus