Gojek vs Grab (Foto:  GO-JEK Indonesia blogspot)
Gojek vs Grab (Foto: GO-JEK Indonesia blogspot)

MALANGTIMES - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sudah diterapkan di DKI Jakarta sejak Jumat (10/4/2020). 

Terkait hal itu nasib para ojek online pun sempat diperdebatkan. 

Baca Juga : Trending Twitter! Buku Karya Tere Liye Jadi Barang Bukti Aksi Vandalisme Anarko

Pasalnya peraturan tertulis di Permenhub Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi dalam Rangka Pencegahan COVID-19 menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. 

Sebab, aturan tersebut berbeda dengan Permenkes Nomor 9 Tahun 2020 yang mengatur soal PSBB. 

Di aturan Kemenhub, dituliskan jika ojek online diperbolehkan membawa penumpang.

Tentunya aturan tersebut bertolak belakang dengan yang tertulis di Permenkes.

Direktur Advokasi dan Penjaringan Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) Fajri Nursyamsi mengungkapkan, seharusnya sebelum mengeluarkan keputusan itu kedua menteri berdiskusi terlebih dahulu.

Bahkan akibat perbedaan peraturan itu, Fajri Nursyamsi meminta agar Presiden Jokowi ikut turun tangan.

Hal itu dilakukan guna menentukan kebijakan mana yang akan diambil di masa PSBB ini.

Fajri berharap, jangan sampai nantinya di setiap daerah berbeda dalam mengambil kebijakan. 

Saat ditanya mana yang lebih kuat, menurut Fajri agak sulit memutuskan karena keduanya memiliki level yang sama.

Namun, pelaksanaannya harus dilihat lebih dulu kementerian mana yang memang memiliki tugas dan fungsi yang bersangkutan.

Berikut isi Permenhub Nomor 18 Tahun 2020 Pasal 11 Poin (d), diatur bahwa dalam keadaan tertentu, ojol bisa mengangkut penumpang.

Namun, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi, yaitu: 

Baca Juga : Sempat Dilarang, Pemerintah Akhirnya Izinkan Ojol Angkut Penumpang, Ini Syaratnya

1. Aktivitas lain yang diperbolehkan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB);

2. Melakukan disinfeksi kendaraan dan perlengkapan sebelum dan setelah selesai digunakan;

3. Menggunakan masker dan sarung tangan; dan 

4. Tidak berkendara jika sedang mengalami suhu badan di atas normal atau sakit. 

Sedangkan dalam Permenkes Nomor 9 Tahun 2020, ojol memang dikecualikan di PSBB, namun bukan dalam konteks aturan pembatasan moda transportasi. 

Dalam aturan ini, ojol masih boleh beroperasi untuk layanan angkut barang.