MALANGTIMES- Kiki Risky yang menjadi target dari Densus 88, saat ini sudah berhasil diamankan oleh pihak Densus 88. Hal tersebut diketahui dari laporan yang muncul dari Polda Jatim, dimana pihak Densus 88 telah menangkap Kiki Risky di Jalan Yulius Usman depan Alfamart Kelurahan Kasin Kecamatan Klojen Kota Malang.
Dari laporan, penangkapan tersebut berkaitan keterlibatan Kiki Risky dengan kelompok jaringan Abu Jandal dan juga keterkaitan dengan jaringan ISIS di Suriah.
Baca Juga : Viral Surat Stafsus Jokowi untuk Camat, Dicoreti Bak Skripsi hingga Berujung Minta Maaf
Kiki Risky sebelumnya diketahui sempat pergi ke Suriah pada tahun 2013. Pria yang lahir 31 Oktober 1976 tersebut berangkat dari Malang bersama dengan rombongan lain di Jakarta yang salah satunya adalah Salim Mubarok alias Abu Jandal.
Keberangkatannya ke Suriah setelah ia sering mengikuti kajian-kajian agama dan bertemu dengan Abu Jandal. Setelah itu ia pun ditawari untuk berangkat ke Suriah dengan maksud sebagai pekerja sosial membantu korban perang.
Sebelum sampai di Suriah, ia sempat transit di Singapura dan menuju Turki yang dilanjutkan menuju Suriah tetap bersama rombongan Abu Jandal.
Sampai di Suriah, ternyata hal tersebut tidak sesuai keinginannya untuk membantu korban perang, melainkan di sana ia disuruh mengikuti latihan militer.
Namun saat itu, Kiki tidak mengikuti pelatihan karena ia sakit setelah ditendang oleh instruktur latihan.
Saat pergi ke Suriah sendiri, ia pergi tanpa sepengetahuan istrinya, dan berpamitan untuk kerja di Arab Saudi.
Dari tangan Risky berhasil diamankan satu unit sepeda motor Yamaha Mio GT warna biru-putih nopol N 4018 HX, uang tunai Rp 65.000 (3 lembar pecahan Rp 20.000 dan 1 lembar pecahan Rp 5.000, bukti transfer bank BNI kepada Shopee Indonesia sebesar Rp 155.000 pada tanggal 02-10-2017, formulir pendaftaran kursus renang, nota kontan, kartu nama, kartu siswa MAN 3 Malang An. Amiroh, Malang 04 April 1987, Jl. Yulius Usman Gg. 05 Malang, kartu berobat, kartu ATM, STNK, SIM, HP, Obeng, gunting.
Baca Juga : Viral Video Warga Beri Semangat kepada Pasien Positif Covid-19
Sementara itu, Kabag Ops Polres Malang Kota, Kompol Dodot Dwianto mengungkapkan, bahwa setelah melakukan penggeledahan, pihak Densus 88 langsung kembali ke Polres Malang Kota. Di Polres sebentar, Densus 88 tak lama kemudian pergi meninggalkan Polres Malang Kota.
"Di sini hanya berkonsolidasi sebentar, setelah itu langsung pamitan pergi," ungkapnya.
Lanjut Dodot, pihaknya hanya diminta untuk membantu memberikan pengamanan oleh pihak Densus 88. Dalam pengamanan, Polres Malang Kota hampir semua unit ikut.
"Ada dari Unit Reskrim, Inafis, Ident, Sabhara, ikut membantu melakukan pengamanan," pungkasnya.
