MALANGTIMES - Pembangunan embung menjadi prioritas kerja pemerintah sejak dua tahun belakangan ini. Bahkan, lewat Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT), pembangunan embung menjadi salah satu urusan wajib bagi desa.
Selain di tingkat desa yang setiap tahun digerojok dana desa, dalam upaya menumbuhkan embung atau kolam penampung air hujan ini, pemerintah menyalurkan bantuannya melalui dinas.
Baca Juga : Viral Surat Stafsus Jokowi untuk Camat, Dicoreti Bak Skripsi hingga Berujung Minta Maaf
Sayangnya, di Kabupaten Malang yang memiliki wilayah atau zona kekeringan saat musim kemarau panjang, bantuan pembangunan embung ini belum maksimal. "Tahun ini yang realisasi hanya satu embung dari empat yang kami ajukan," kata Moch. Anwar, kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPUSDA) Kabupaten Malang, Minggu (08/10).
Satu embung tersebut adalah di sumber air Desa Banjarejo, Kecamatan Pakis. Yang nantinya akan diperuntukkan untuk mengairi persawahan dan lahan tanaman palawija yang kekurangan air pada musim kemarau.
Anwar menyatakan pembangunan embung ini diharapkan jadi langkah strategis dalam mendongkrak surplus pangan di Kabupaten Malang.
Ketahanan pangan menjadi kunci terakhir dalam intensifkan pembangunan embung di berbagai daerah, khususnya bagi desa-desa yang kerap menjadi langganan kekeringan. Seperti yang seringkali terjadi di wilayah Banjarejo, Pakis. "Dengan adanya embung berdaya tampung 1.500 meter kubik di Banjarejo ini nantinya mampu melayani kebutuhan air untuk 20 hektare," ujar Anwar yang menyebutkan nominal anggarannya mencapai kira-kira 1 Milyar rupiah.
Walau terbilang minim pembangunan embung di Kabupaten Malang di tahun ini, menurut Anwar, pihaknya memang hanya mengajukan usulan embung yang skalanya besar saja.
Baca Juga : Viral Video Warga Beri Semangat kepada Pasien Positif Covid-19
Untuk embung-embung kecil di desa, lanjut Anwar, bisa mempergunakan Dana Desa yang diterimakan oleh pemerintahan desa setiap tahunnya.
Tapi tentunya, pihak Dinas PUSDA Kabupaten Malang akan terus mengupayakan adanya pembangunan embung melalui penganggaran pusat.
"Di tahun 2018 nanti kita ajukan lagi untuk pembangunan 4 embung. Yaitu di Desa Clumprit, Kecamatan Gedangan, Karangsuko, Kecamatan Gondanglegi, Kademangan, dan Sidorejo, Kecamatan Pagelaran," ujar Anwar yang juga menegaskan dari pihaknya terus melakukan optimalisasi fungsi embung. "Kita ada program pengerukan embung-embung yang dangkal akibat limbah dan timbunan lumpur. Ini yang kita terus laksanakan dengan kemampuan anggaran daerah yang ada," pungkasnya. (*)
