MALANGTIMES - Masyarakat Kota Malang harus waspada. Sebab peredaran pil putih bertuliskan PCC disinyalir tidak hanya muncul di Kendari, melainkan juga di Jawa Tengah.
Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Malang juga telah menyebar imbauan pada Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang dan jajaran terkait untuk menguatan pengawasan.
Baca Juga : Ditemukan Sepatu, Kaus Kaki, Topi di Dekat Hilangnya Pendaki Gunung di Kota Batu
Sebelumnya, masyarakat digegerkan dengan pemberitaan puluhan remaja di Kendari yang mengonsumsi obat terlarang yang diduga narkotika. Beredar foto pil putih dengan kode PCC yang dikonsumsi oleh remaja tersebut.
Selain itu, beredar pula video yang menunjukkan para remaja tersebut bertingkah di luar kewajaran. Mereka mengerang seperti binatang buas, ada pula yang berkubang di genangan air kotor, dan tingkah-tingkah aneh lain. Akibatnya puluhan orang dilarikan ke rumah sakit dan dikabarkan hingga jatuh korban meninggal dunia.
Kepala BNN Kota Malang AKBP Bambang Sugiharto mengungkapkan bahwa berita tersebut bukanlah hoax. "Memang terjadi, yang mereka konsumsi ini mirip pil koplo atau LL (doubel L). Dari penyelidikan sementara, sebetulnya itu obat keras untuk penghilang rasa nyeri," jelas Bambang.
Menurutnya, kandungan dalam obat tersebut menyebabkan orang yang mengonsumsi mengalami halusinasi dan tingkat kesadaran yang menurun.
"Di Kota Malang ini memang belum ditemukan, tetapi kami meningkatkan kewaspadaan sebab ada kasus yang disinyalir sama terjadi di Jawa Tengah," tuturnya.
Bambang menguraikan, PCC tersebut sebetulnya ini bukan jenis narkotika. Tapi jenis obat-obatan keras yang ke arah psikotropika.
Menurutnya, yang punya tanggung jawab untuk mengontrol distribusi obat-obatan tersebut adalah dinas kesehatan dan BPOM.
Bambang mengungkapkan, efek samping PCC sangat berbahaya apalagi jika dikonsumsi tanpa resep dan berlebihan. "Jangka pendek dia kayak orang pelo, gak sadar gitu. Jangka panjangnya bisa memicu kanker," terangnya.
Baca Juga : Polisi Obrak Balap Liar di GOR Ken Arok, 207 Remaja Disanksi Senam Malam
Bambang mengindikasikan ada pihak-pihak tak bertanggung jawab yang sengaja memproduksinya. Menurutnya yang perlu diwaspadai yakni produsen skala rumahan yang punya latar belakang farmasi.
Dengan adanya kabar yang berkembang, BNN Kota Malang terus menggiatkan Tim Operasi Sayang. Tim gabungan tersebut terdiri dari unsur BNN, dinas pendidikan, dinas kesehatan, Satpol PP dan juga kepolisian.
Selain melakukan operasi gabungan di sekolah dengan tes urine, tim tersebut juga melakukan sosialisasi dan edukasi sebagai upaya pencegahan.
"Soal PCC ini, tadi saya langsung menginformasikan ke kepala dinas pendidikan. Beliau pasti punya grup ke kepala sekolah agar disampaikan ke guru dan diturunkan ke anak osis. Saya sudah sampaikan detail jenis pil dan dampak-dampaknya," pungkasnya.
