Beberapa orang saat melakukan koordinasi pencarian Jopi di pos Parangtejo. (Foto: istimewa)
Beberapa orang saat melakukan koordinasi pencarian Jopi di pos Parangtejo. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Sekitar 50 personel dikerahkan dalam pencarian pendaki yang hilang, yakni Jopi Prananta (23), warga Dusun Gangsiran, Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Jopi sendiri hilang  saat melakukan pendakian menuju Gunung Buthak Panderman di Kota Batu, Senin (13/4/2020). Dia diketahui tiba-tiba lari dari rombongan pendakian. Diduga, Jopi mengalami kesurupan.

Baca Juga : Lari seperti Kesurupan, Pendaki Hilang di Gunung Buthak Panderman Batu

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu Agung Sedayu mengatakan, tim BPBD sudah disiapkan sejumlah 25 orang. Mereka terdiri dari personel Dinas Pemadam Kebakaran, linmas, Tagana, dan sebagainya.

“Dari BPBD Kota Batu yang terjun ada 5 personel. Posisi saat ini menunggu tim Basarnas Surabaya. Nasih dalam perjalanan sejumlah 5 orang karena Basarnas sebagai leading sector. Dan kami masih terus berkoordinasi,” ungkapnya.

“Sementara ada juga tim mandiri yang terdiri dari warga sejumlah 25 orang. Ditambah dua rekan teman Jopi sudah berangkat jam 6 pagi tadi,” imbuh Agung.

Dia menambahkan, diduga Jopi keluar jalur pendakian dan melompat ke semak-semak. Sebab, di sekitar daerah hilangnya korban, ditemukan sepatu, kaus kaki, dan topi. Kemudian di jarak 50 meter, sudah tidak ditemukan jejak Jopi.

“Selama dua hari, rombongan mencari korban dan mendirikan tenda di pos 3. Operasi pencarian mandiri dilaksanakan oleh Polsek Batu, Perhutani, linmas, warga, relawan dan dua orang rekan korban merupakan dari tim  1,"  ujar Agung.

Tim I sudah melakukan pemberangkatan pada Senin pukul 06.00 WIB melalui Parangtejo, Desa Princi, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Sedangkan hingga saat ini, personel Basarnas Surabaya, Koramil Junrejo, Polsek Junrejo, Perhutani, perangkat Desa Tlekung, Tagana Kota Batu, RAPI Kota Batu, Linmas Tlekung, dan warga setempat melakukan koordinasi untuk operasi pencarian lebih lanjut di pos Parangtejo.

Baca Juga : WNA Asal Belanda Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mandi

Seperti diberitakan, Jumat (10/4/2020) pukul 08.00, rombongan sejumlah 17 orang melakukan pendakian dengan tujuan Gunung Buthak Panderman. Mereka memulai pendakian dari Coban Parangtejo, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Saat melakukan  pendakian sampai pada pos 1 dan pos 2, rombongan masih dalam keadaan lengkap. Namun setelah meninggalkan pos 2 menuju pos 3 sekitar pukul 19.00, terdengar teriakan dari salah satu anggota rombongan.

Orang itu minta tolong agar dibawakan tali tampar. Ia meminta tali tampar lantaran salah satu rombongan pendaki, Jopi, meloncat dengan berteriak layaknya orang kesurupan hingga ke lereng tebing. Seluruh rombongan ikut mengejar arah lari Jopi hingga ke bawah tebing. Sampai di sebuah aliran sungai, jejak kaki Jopi sudah tidak bisa ditemukan lagi.