Ratusan remaja peserta aksi balap liar yang diamankan petugas mendapatkan sanksi bersujud sembari mengucapkan janji tidak akan mengulangi aksinya. (Ist)
Ratusan remaja peserta aksi balap liar yang diamankan petugas mendapatkan sanksi bersujud sembari mengucapkan janji tidak akan mengulangi aksinya. (Ist)

MALANGTIMES - Peserta aksi balap liar di GOR Ken Arok, Kota Malang,  di tengah pandemi covid-19 kocar-kacir setelah diobrak-abrik petugas kepolisian bersama TNI. Aksi balap liar tersebut dilakukan sekitar 207 remaja.

Aksi balap liar tersebut dilakukan sejak sore hari. Dari 207 remaja, 53 di antaranya berasal dari Kabupaten Malang dan sisanya dari Kota Malang.

Baca Juga : Trending Twitter! Buku Karya Tere Liye Jadi Barang Bukti Aksi Vandalisme Anarko

Masyarakat yang resah kemudian menginformasikan kegiatan tersebut. Apalagi petugas tengah gencar melakukan operasi cipta kondisi (cipkon) sehingga mengobrak-abrik aksi balapan liar tersebut

Kapolresta Malang Kota Kombespol Leonardus Simarmata yang turun langsung mengamankan aksi balap liar tersebut menjelaskan, pihaknya gencar melakukan patroli dan operasi cipkon untuk menjaga kondusivitas dan juga mencegah penyebaran Covid-19.

"Kami  patroli mulai pagi, siang dan malam. Anggota saya juga kerja lagi. Saya dan anggota kerja keras," ucapnya.

Mereka yang tertangkap dan terjaring selanjutnya dikumpulkan di GOR Ken Arok. Kemudian didata dan kendaraan atau motor para remaja tersebut, yang jumlahnya sekitar 154l, diangkut ke Polresta Malang Kota.

Dan sebelum diangkut ke markas Polres Malang Kota, para remaja tersebut diberi sanksi oleh petugas dengan bersenam malam sembari melepaskan baju atasnya. Mereka harus juga berteriak atau berhitung.

Salah satu remaja peserta aksi balap liar yang mendapatkan sanksi senam malam sempat terekam video dengan tingkah yang cukup menggelitik. Saat diperintahkan petugas bersenam, remaja tersebut justru tampak sedikit bingung. dengan gerakan yang diperintahkan.

Baca Juga : Efek Jera, Ortu 207 Remaja Balap Liar Dipanggil Polisi, Guru Juga Ditembusi

Beberapa kali pemuda tersebut tampak melihat teman-temannya sembari berupaya menyamakan gerkaan yang dilakukan temannya. Da lucunya, kendati tengah mendapatkan sanksi senam, remaja tersebut masih saja dengan gaya tengilnya sempat mengusap rambut kepalanya seakan sedang bergaya di depan kaca.

Selain sanksi dengan bersenam, para remaja tersebut juga diharuskan bersujud dan kemudian secara bersama-sama mengucapkan janji untuk tidak mengulangi aksi balap liar kembali.

Agar terdapat efek jera, kendaraan para remaja tersebut kemudian dibawa ke Mako Polreta Malang Kota. Nantinya kendaraan yang tak sesuai spesifikasi maupun kendaraan yang tak dilengkapi dengan surat-surat akan ditindak sesuai aturan yang berlaku.

"Kalau tidak bisa melengkapi syarat-syarat, surat kelengkapan tidak ada, tentu akan ditilang. Untuk pengambilan tidak bisa sekarang. Nantinya saat mengambil kendaraannya, mereka harus didampingi  orang tuanya," tambah Kasubag Humas Polresta Malang Kota, Iptu Ni Made Seruni Marhaeni.