MALANGTIMES - Sejak kue kekinian artis ibu kota menyerbu Malang Raya pada tahun 2014 silam, penjualan oleh-oleh lokal khas Malang, Pai Apel Malang, terus menurun tajam. Hal tersebut diungkapkan sang pemilik Pai Apel MaLang, Chris Inderayanto.
Baca Juga : 10 Daerah Resmi Dapat Persetujuan Terapkan PSBB
Dihubungi MALANGTIMES, pria yang akrab disapa Chris itu mengungkapkan bahwa sejak hadirnya Malang Strudel yang mengusung artis Teuku Wisnu, penjualan oleh-oleh Pai Apel Malang miliknya terus mengalami penurunan. Chris menyebut penurunan penjualan mencapai 50 persen.
"Kita pakai bambu runcing. Dan yang datang artis-artis itu ibaratnya kan pakai tank. Jadi, ya nggak imbanglah. Dan saya yang paling terasa dampaknya. Karena kan Malang Strudel dan toko kue saya satu line ya, satu jenis meski beda. Dan penurunan saya rasakan sampai 50 persen penjualan," ungkapnya kepada media online ini, Sabtu (2/9/2017).
Chris yang mendirikan Pai Apel Malang pada kurun waktu 2011 itu mengkritik bahwa usaha oleh-oleh para artis ibu kota dapat memberikan kerugian bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Malang. "Kalaupun mereka bilang ya toko-toko itu menerima produk UMKM Malang, tapi kan tetap aja kita jadi korban. Kenapa? Pertama, bebannya itu tetap di kita, UMKM. Mereka kan sistemnya konsinyasi, bukan cash. Jadi, tetap aja beban produksi juga di UMKM," papar Chris.
Kerugian kedua yang harus ditanggung oleh UMKM Malang adalah harga jual yang cenderung tinggi. Sehingga apabila produk tidak laku, maka UMKM pulalah yang harus menanggungnya.
Baca Juga : Viral! Mobil Jenazah Terjebak Lumpur Usai Pemakaman Pasien Covid-19
"Harga jual up suka-suka mereka kan? Nah kalau barangnya enggak laku misal kan, kita juga yang rugi," ucap sarjana sekolah tinggi filsafat itu.
Meski merugi akibat kue kekinian artis menyerbu Malang Raya, Chris dan Pai Apel Malang tidak patah semangat. Ia kini gencar melakukan inovasi baik dari sisi produk maupun pemasaran.
"Kalau produk, kita mau nggak mau mengikuti selera pasar dengan buat varian strudel juga. Dan kalau marketing, sekarang kami mulai gencar online melalui sosial media Instagram," pungkas Chris. (*)
