MALANGTIMES - Dunia seakan tak lagi asing dengan kegiatan ramal-meramal. Justru orang yang melakukan kegiatan ini kini sering dianggap memiliki kemampuan khusus.
Kegiatan seperti ini sejak dulu identik dengan istilah paranormal. Seiring perkembangan zaman kegiatan ini sudah tidak dipandang kuno. Sebab, sebagian oknum ada yang mengomersilkan keahlian dibidang ini.
Baca Juga : Trending Twitter! Buku Karya Tere Liye Jadi Barang Bukti Aksi Vandalisme Anarko
Sebenarnya, kegiatan seperti ini ada sejak berabad-abad lalu dengan berbagai media yang digunakan.
Contohnya ritual cem-ceman menggunakan ampas teh, kopi, garis tangan hingga kartu. Di abad 20 ini ada satu benda yang mulai terkenal sebagai media meramal yaitu kartu tarot.
Kali ini MalangTIMES akan menyajikan fenomena menarik dari kartu tarot ini. Kartu yang berasal dari Romawi ini banyak digunakan untuk meramal dan memprediksi banyak hal.
Meramal dengan media kartu ini mulai digandrungi kalangan anak muda. Bahkan, tidak hanya mereka, para pejabat, pengusaha dan politisi yang ingin mengetahui masa depan karir, keuangan dan percintaan juga mulai mempercayai salah satu metode meramal ini.
Sebagian besar dari mereka menggunakan tarot sebagai media konseling khususnya untuk urusan karir atau pekerjaan, keuangan, maupun lika-liku percintaan.
Namun, di balik menjamurnya fenomena meramal dengan kartu tarot ini tidak sedikit pula yang meyakini kegiatan ini murni mistik dan tidak ada unsur ilmiahnya.
Mereka menganggap tarot hanya bisa meramal masa depan saja, padahal masa depan adalah urusan Yang Maha Kuasa sehingga kegiatan ini dianggap menyimpang dari agama.
Mereka juga menganggap bahwa percaya dengan ramalan merupakan dosa besar karena dianggap telah menyekutukan Tuhan.
Pandangan ini memang tidak salah. Hal ini diterangkan dalam Hadits Riwayat Abu Hurairah RA yang berbunyi "Barang siapa yang mendatangi seorang dukun atau peramal, lalu dia percaya pada apa yang dikatakan maka dia telah mengingkari (kufur) syariah Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW,"
Baca Juga : Bergerak Mandiri, Baitul Mal Ahad Pon Salurkan Bantuan Bagi Masyarakat Terdampak Covid-19
Hadits tersebut diperkuat dengan ketentuan dalam Al quran surat An Naml ayat 65,"Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan".
Padahal, jika kita pelajari lebih dalam tentang tarot, konsep dasar kerja tarot yaitu saling terhubung dan dapat diilmiahkan dengan ilmu psikologi.
Salah satunya disampaikan pakar psikologi abad 18, Carl Gustav Jung. Ia mengatakan setiap manusia memiliki ketidak sadaran kolektif.
Ketidaksadaran kolektif memuat nilai, gagasan bahkan kebijaksanaan yang bersifat universal. Dengan inilah sesorang mengakses alam semesta terhadap kebijaksanaan universal.
Kartu tarot yang dibuka dan mengalami persamaan secara kebetulan yang sesungguhnya tidak benar-benar kebetulan inilah yang dikatakan Jung sebagai synchronity yang terkoneksi dengan ketidak sadaran kolektif.
Ketidaksadaran seseorang ini dapat dilihat dengan kartu tarot, yang selanjutnya dapat ditindaklanjuti dengan sugesti hypnosis yang ada di alam bawah sadarnya.
Nah, lalu sebenarnya tarot ini mistis atau ilmiah? Temukan jawabannya di ulasan berikutnya yang akan hadir setiap harinya hanya di MalangTIMES!
