MALANGTIMES - Manunggalnya Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan rakyat bukan sekadar slogan semata dalam berbagai kegiatan di masyarakat, baik keamanan, lingkungan hidup, sosial-budaya maupun yang bersifat keagamaan.
Hal ini terlihat dari sigapnya Koramil 0818/25 Pakis meleburkan diri bersama elemen masyarakat lainnya dalam kerja bakti pembuatan menara Masjid di Pondok Pesantren (Ponpes) Islam Salafiah Darul Jalal Jl. Jalan Sunan Ampel Desa Ampeldento Kec. Pakis Kab.Malang, Minggu (12/2/2017).
Baca Juga : Viral Surat Stafsus Jokowi untuk Camat, Dicoreti Bak Skripsi hingga Berujung Minta Maaf
Kerja bakti yang melibatkan sekitar 100 personil dari unsur Muspika Kecamatan Pakis dari Koramil (Kapten Arm. Joko S beserta seluruh babinsa) Kapolsek (AKP Sony Setyo Widodo), Camat (Firmando, Pimpinan Ponpes Islam Salafiah Darul Jalal (Gus Antok), Kades Ampeldento (Supriyadi) dan Karangtaruna berjalan dengan penuh canda dan keguyuban.
"Inilah bentuk-bentuk kerjasama dengan mempergunakan ilmu tua yaitu ilmunya rakyat dari jaman dahulu. Gotong royong dalam keharmonisan yang selaras,"kata Kapten Arm. Joko S. Komandan Rayon Militer (Danramil) 0818/25 Pakis kepada MALANGTIMES, Minggu (12/02).
Joko juga menyampaikan keharmonisan selaras tercipta dengan pendekatan duduk sama rendah berdiri sama tinggi.
"Dengan pendekatan filosofis itulah kami dari Koramil 0818/25 bisa diterima oleh masyarakat,"ujarnya sambil membantu anggota dan santri ponpes serta masyarakat saat menutup lubang dengan kedalam 3 meter dan lebar 4 meter serta panjang 4 m.
"Di sini nanti rencananya akan dibuat Menara Masjid Ponpes dengan ketinggian sekitar 18 m," imbuh Joko.
Kehadiran TNI dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan disambut positif oleh masyarakat yang masih menyimpan memori 'kurang sedap' terhadap Korps berbaju doreng ini dimasa lalu.
Baca Juga : Viral Video Warga Beri Semangat kepada Pasien Positif Covid-19
"Kami menyambutnya dengan apresiatif saat TNI terus mendekatkan diri dengan masyarakat. Bahkan beliau-beliau tidak canggung untuk lebur bekerja bersama warga,"kata Supriyadi, kades Ampeldento. Hal ini menurutnya bisa semakin menghilangkan kesan 'sangar' TNI serta kesan masa lalu di pikiran sebagian kecil warga.
Menurut Danramil 0818/25 Pakis kesan TNI yang terlihat sangar sudah bukan lagi zamannya. "Bukan lagi zamannya untuk eksis tentara memakai tampilan sangar dan menakutkan warga.
"Kini TNI mengedepankan wajah teduhnya dan kesiagaannya dalam membantu penuh warga,"tegas Joko yang kembali menyatakan dengan ilmu tua rakyat, TNI mampu manunggal dengan rakyat.
"Contoh terkecilnya adalah dengan kerja bakti untuk membangun menara masjid ponpes ini. Terlihat sederhana tetapi kegiatan ini mampu mempererat dan mensinergikan TNI dengan tokoh agama dan masyarakat,"ujar Joko yang menambahkan saat sinergitas terbentuk akan tercita kondisi wilayah yang kondusif.
