MALANGTIMES - Delapan ribu peserta memeriahkan pawai budaya Gumebyar Bumi Singhasari pada Hari Jadi Ke-1256 Tahun Kabupaten Malang di kawasan pantai selatan. Beragam kesenian budaya dan kreativitas disuguhkan kepada para penonton untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan.
Pawai yang yang dihelat di jalur lintas selatan (JLS), tepatnya Pantai Batu Bengkung sampai Pantai Ungapan, Kabupaten Malang, tersebut, antusiasme para peserta sangat tinggi. Mereka menunjukkan kreativitas kesenian yang disuguhkan kepada Bupati Malang Rendra Kresna.
Baca Juga : Viral Surat Stafsus Jokowi untuk Camat, Dicoreti Bak Skripsi hingga Berujung Minta Maaf
Peserta yang mengikuti pawai budaya mulai dari 33 kecamatan, DPRD, dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Kabupaten Malang. Banyak keunikan yang ditampilkan peserta. Salah satunya, peserta dari Kecamatan Bululawang yang menampilkan konsep Kerajaan Majapahit di Singosari.
Dalam pawai yang dimulai dari Pantai Bengkung sampai Pantai Ungapan ini, puluhan peserta beragam mengenakan pakaian dan aksesori lengkap prajurit kerajaan yang sedang melakukan perang dengan kerajaan musuh. Mereka menceritakan sejarah Kerajaan Majapahit dengan mengusung monumen Gapura Majapahit dan monumen kepala burung rajawali raksasa.
Bukan hanya itu. Perwakilan peserta dari Kecamatan Gedangan menyuguhkan kesenian kuda lumping yang dimainkan anak-anak hingga orang dewasa. Kemudian, perwakilan dari Kantor Sekretariat Kabupaten Malang menampilkan drama kolosal masa Kerajaan Ken Arok dan Ken Dedes.
Baca Juga : Viral Video Warga Beri Semangat kepada Pasien Positif Covid-19
Drama ini mencuri perhatian penonton lantaran memerankan kisah kehidupan dua insan yang mencintai satu orang perempuan sampai terjadi peperangan. Yakni Ken Arok dan Tunggul Ametung yang memperebutkan Ken Dedes. (*)
