MALANGTIMES - Dalam rangka Grand Opening, Rumah Makan Bu Harman, yang berlokasi di Jalan Terus Kawi, Kota Malang, memanjakan setiap orang yang datang ke rumah makan tersebut. semua pengunjung gratis memakan semua menu yang disediakan.
Rumah Makan Bu Harman itu, mulai dibuka pada Sabtu (14/5/3016) pagi dan tutup pada pukul 22.00 WIB. Sejak buka, puluhan pengunjung terus berdatangan. Baik pengunjung yang sudah mendapatkan undangan ataupun pengunjung yang tidak diundang.
Baca Juga : Nongkrong Suasana Asri, Sejuk, dan Tenang Tak Jauh dari Pusat Kota Malang
"Dalam rangka Grand Opening, seluruh menu gratis untuk semua pengunjung yang masuk. Baik undangan khusus dan yang tidak diundang acara grand opening. Ini tasyakuran dari kita," kata Aris Munandar, Owner Rumah Makan Bu Harman.
Menurut putra dari Harman itu, Rumah Makan Bu Harman tidak hanya dibuka di Malang. Tapi sudah banyak berdiri di luar Malang, seperti di luar Jawa dan di Jawa sendiri.
Gudeg adalah menu andalan di Rumah Makan Bu Harman. (Foto: istimewa)
"Pertama bersiri di Surabaya. Disana sudah berdiri sejak tahun 1989 lalu. Ibu dan bapak saya yang merintisnya. Saya buka di Malang, karena peluang nasi gudeg sangat digemari," aku Aris.
Suasana di ruangan lantai 1, banyak dihiasi dengan desain kayu bekas kuno seperti kayu bekas jendela, pintu dan kayu kuno lainnya, yang usianya sudah pukuhan tahun. Hal itu yang membuat suasana baru dan kerasan para pengunjung menikmati menu gudeg.
Di Indonesia kata Aris, ada 11 cabang
Bu Harman di Indonesia. Salah satunya di Malang. Adapun menu yang disiapkan, ada Gudeg khas Jawa Timur, yakni rasa pedas.
"Jika gudeg Jawa Tengah khasnya manis. Karena ini ada di Jawa Timur, gudegnya pedas. Itu khas menu Jawa Timuran," katanya.
Baca Juga : Sajikan Dawet Asli Kromengan, Warung Mak Tum Bisa Jadi Alternatif Wisata Kuliner
Selain menu gudeg, ada banyak menu khas yang disiapkan. Garang Asem, Timlo, Pecel Madiun, dan aneka menu lainnya khas Solo. Selanjutnya juga aneka menuman tradisional.
Ditanya soal harga, Aris mengaku sangat bersaing alias murah meriah. Misalnya, untuk Gudeg saja, harganya tidak sampai Rp 20 ribu perporsi. "Harga sangat bersaing, murah meriah," katanya.
Sementara itu menurut pengakuan salah satu pengunjung, Gideon Suwerdja, menunya sangat sesuai dengan lidah warga malang. Tidak terlalu manis,pelayanan dan suasananya enak dan nyaman.
"Menunya enak. Terutama gudeg dan pecelnya. Sangat cocok untuk warga Malang, yang tidak terlalu manis," katanya. (*)
