Mak Tum, pemilik Warung Nasi Pecel dan Rujak di Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Mak Tum, pemilik Warung Nasi Pecel dan Rujak di Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Jika teman-teman ingin berwisata kuliner di wilayah Kecamatan Kromengan, bisa mampir ke Warung Mak Tum. Meski dari luar tampak seperti warung pinggir jalan biasa, tapi warung milik Bu Tumini ini nyaris tak pernah sepi pengunjung. 

Baca Juga : Nongkrong Suasana Asri, Sejuk, dan Tenang Tak Jauh dari Pusat Kota Malang

Warung ini terletak di Jalan Nailun Selatan, Dusun Krajan, Desa Kromengan, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Warung yang buka mulai Pukul 07.30 WIB sampai sekitar Pukul 14.00 WIB ini sudah berjualan sejak 25 tahun lalu. 

Bertahan puluhan tahun, warung ini dikenal dengan beragam menu yang harganya murah, serta porsinya yang banyak. "Udah lama jualannya, waktu masih jamannya Pak Soeharto," ujar Tumini.

Warung ini menyajikan menu makanan nasi pecel, rujak, gorengan dan menu minuman dawet. Saat wartawan media ini datang, para pembeli seakan tidak berhenti keluar masuk untuk memesan makanan dan minuman.

Baca Juga : Punya Rasa Manis, Pahit dan Legit, Ciri Khas Durian Kunir dan Bajol Desa Jombok

Dari tampilan menu yang tersaji, tampak seperti menu-menu standar warung pinggir jalan seperti biasa. Namun, cita rasa racikan bumbu dan bahan yang digunakan membuatnya terasa istimewa. 



Tetapi hal yang unik disini adalah seporsi Nasi Pecel atau Rujak dengan lauk tempe 3 serta nasi yang cukup banyak, hanya Rp 2.500,- saja. Benar saja banyak pelanggan yang selalu keluar masuk untuk memesan makanan dan minuman, karena dianggap termurah. Bisa dibilang warung ini, warung Nasi Pecel dan Rujak paling murah Se-Malang Raya. 

Untuk harga gorengannya pun terbilang murah, dengan merogoh dompet Rp 500,- sudah dapat merasakan 3 gorengan. Dawetnya pun juga murah, hanya Rp 500,- sudah dapat merasakan minuman Dawet asli Kromengan. 

"Ya untuk Nasi Pecel pakai tempe 3 Rp 2.500,- kalau tempe 6 Rp 3.000,- saja, dan untuk Rujak ya sama saja harganya,"Tutur Bu Tumini yang akrab disapa Mak Tum. Mak Tum menambahkan pada saat jaman Presiden Pak Soeharto,"Waktu jaman Pak Soeharto malah saya jual Rp 200,- mas"Tambahnya kepada pewarta.

Penjual menuturkan dalam sehari bisa menghabiskan 20kg-25kg beras,"Ya kalau sehari bisa sampai 20kg sampai 25kg beras mas, yang jelas habis 5 wakul ini mas,"Pungkasnya.

Hal unik selanjutnya pada saat memasak. Mak Tum masih memasak menggunakan kompor tungku yang memanfaatkan kayu bakar sebagai bahan apinya. 

Perhatian untuk pembaca yang ingin merasakan wisata kuliner di Kromengan ini, harap memerhatikan jam datang. Karena warung ini ramai-ramainya pada saat Pukul 09.00 WIB sampai Pukul 09.30 WIB.